ASPEK.ID, JAKARTA – Korban meninggal akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Sabtu (22/8/2026), jumlah korban meninggal dunia mencapai 87 orang.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan data tersebut merupakan akumulasi terbaru dari seluruh wilayah terdampak gempa.
“Secara kumulatif, jumlah korban meninggal dunia saat ini sebanyak 87 jiwa,” kata Berton dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (22/8/2026).
Selain korban meninggal, BNPB mencatat sebanyak 1.298 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah itu, 336 orang menderita luka berat dan masih membutuhkan penanganan medis.
Kabupaten Manggarai Timur menjadi daerah dengan jumlah korban luka terbanyak, yakni 643 orang. Sementara Kabupaten Manggarai menyusul dengan 285 korban luka.
Di sisi lain, jumlah warga yang mengungsi juga terus meningkat seiring masih terjadinya gempa susulan di sejumlah wilayah NTT. Hingga Sabtu sore, BNPB mencatat total pengungsi mencapai 150.576 orang.
Gempa magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8). Sejak gempa utama terjadi, aktivitas seismik di wilayah tersebut masih terus berlangsung.
BNPB melaporkan hingga Sabtu (22/8) telah terjadi 5.012 kali gempa susulan. Gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1,1.
“Hingga saat ini gempa susulan masih sering terjadi. Total gempa susulan sudah mencapai 5.012 kali. Magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,1. Dari jumlah itu, sebanyak 124 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat,” ujar Berton. []
















