ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto hari ini dijadwalkan berkunjung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meninjau langsung penanganan korban dan dampak gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores sekitarnya.
“Kunjungan ini juga akan menjadi bagian dari upaya memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait berjalan efektif dalam menangani dampak gempa di Pulau Flores, NTT,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, sejak gempa magnitudo 7,7 terjadi di NTT pada Sabtu (15/8/2026), presiden telah menginstruksikan penanganan darurat dan penyaluran bantuan dilakukan secara cepat, terarah, serta merata.
Melalui Sekretariat Presiden pada periode 15-24 Agustus 2026, pemerintah telah menyalurkan bantuan logistik berupa 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, 10,29 ton air mineral, obat-obatan, tenda, selimut, matras, peralatan komunikasi, serta dua unit rumah sakit lapangan.
Prasetyo mengatakan penanganan dampak gempa tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Pemerintah berkomitmen melanjutkan proses pemulihan secara bertahap melalui rehabilitasi fasilitas umum serta rekonstruksi infrastruktur guna membangun kembali kehidupan masyarakat terdampak secara lebih baik dan berkelanjutan.
Sejalan dengan itu, dukungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak terus diperkuat melalui pengerahan berbagai fasilitas kesehatan tanggap bencana.
KRI Soeharso-990 milik TNI AL telah bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, dan akan difungsikan sebagai rumah sakit lapangan. Sementara Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga telah berada di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur.















