• Latest
  • Trending
Cerita ASN Setahun Tinggal di IKN, Punya Lebih Banyak Waktu untuk Keluarga dan Olahraga

Cegah Karhutla dan Kekeringan, Langit IKN Ditebar 800 Kg Garam

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK Gelar OTT di BNPB

Gibran Tidak Naik Kelas di SMP Lalu Pindah ke Singapura itu Hoaks

Wapres Gibran Janji Kerja Lebih Baik Tanggapi Survei

Pilot WNI Israel Larang Ethiopian Airlines Mendarat di Tel Aviv

Pilot WNI Israel Larang Ethiopian Airlines Mendarat di Tel Aviv

Komisi X DPR Tegaskan MBG Tak Pangkas Anggaran Pendidikan

DPR Soroti Aturan Penyetaraan Ijazah Luar Negeri yang Belum Jelas

Kasus Pengeroyokan Guru di Jambi Picu Urgensi UU Perlindungan Guru

Tunjangan Sertifikasi Guru Nunggak 3 Bulan, Kemenkeu Jawab Begini

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Periksa Eks Direktur Jasindo soal Dugaan Korupsi Asuransi Pelni

Prabowo Resmi Lantik Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri

3 Kali Mutasi dalam 12 Hari, Kapolri Suyudi Geser 450 Perwira

3 Juta Warga RI Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik 78%

Anggota DPR Desak Karhutla Ditetapkan Jadi Bencana Nasional

Penerima Kartu Sembako Ditambah dan Diperpanjang

Survei: Harga Barang dan Lapangan Kerja Jadi PR Prabowo-Gibran

Amir Faisal: Demokrasi Harus Dijalankan dengan Kenegarawanan, Bukan Ambisi Kekuasaan

Amir Faisal: Demokrasi Harus Dijalankan dengan Kenegarawanan, Bukan Ambisi Kekuasaan

Gelar RUPS, Ini Profil 3 Calon Dirut BTN

BTN Ungkap Klaim Dana Nasabah Hilang Rp17 Miliar

RI Harus Waspadai Jebakan Gasifikasi Batu Bara

Bahlil: RI Pasok 43% Batu Bara Dunia, Namun Asing Tentukan Harga

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Oktober 13, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Cegah Karhutla dan Kekeringan, Langit IKN Ditebar 800 Kg Garam

by Muhammad Fadhil
Agustus 25, 2026
in BERITA TERBARU, NEWS
Cerita ASN Setahun Tinggal di IKN, Punya Lebih Banyak Waktu untuk Keluarga dan Olahraga

IKN dipotret dari udara. Foto: Dok. Humas Otorita IKN

ASPEK.ID, JAKARTA – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara (TNI AU), BPBD Kalimantan Timur, serta sejumlah instansi terkait menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di kawasan IKN. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi musim kering akibat El Nino yang meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan operasi tersebut difokuskan untuk menjaga ketersediaan air permukaan di wilayah IKN dan daerah penyangganya.

Menurut Danis, OMC merupakan teknologi penyemaian awan yang dilakukan secara terukur untuk mengoptimalkan potensi hujan. Pelaksanaannya bergantung pada kondisi atmosfer dan keberadaan awan yang berpotensi menghasilkan hujan.

BacaJuga

KPK Gelar OTT di BNPB

Wapres Gibran Janji Kerja Lebih Baik Tanggapi Survei

Pilot WNI Israel Larang Ethiopian Airlines Mendarat di Tel Aviv

DPR Soroti Aturan Penyetaraan Ijazah Luar Negeri yang Belum Jelas

Tunjangan Sertifikasi Guru Nunggak 3 Bulan, Kemenkeu Jawab Begini

KPK Periksa Eks Direktur Jasindo soal Dugaan Korupsi Asuransi Pelni

“Saat ini kita memasuki musim kering akibat dampak El Nino. Salah satu yang perlu diantisipasi adalah ketersediaan air, sehingga dilakukan modifikasi cuaca untuk menambah volume air permukaan di wilayah IKN dan sekitarnya,” kata Danis dalam keterangannya, Selasa (25/8/2026).

Operasi modifikasi cuaca telah berlangsung sejak Jumat (21/8) hingga Senin (24/8). Selama periode tersebut, sudah dilakukan lima sortie penerbangan menggunakan pesawat Casa 212 A-2105 dari Lanud Dhomber, Balikpapan.

Dalam setiap penerbangan, pesawat membawa sekitar 800 kilogram natrium klorida (NaCl) atau garam sebagai bahan semai yang disebarkan ke awan potensial.

Kepala Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan BMKG, Djoko Sumardiono, menjelaskan keberhasilan operasi sangat ditentukan oleh pertumbuhan awan, arah dan kecepatan angin, serta waktu penyemaian.

Ia menyebut Kalimantan Timur telah mengalami hampir dua pekan tanpa hujan, sehingga peluang terbentuknya awan hujan menjadi lebih terbatas.

“Untuk operasi kali ini, perkembangan awan di wilayah perbatasan utara Kalimantan Timur cukup baik untuk dilakukan penyemaian. Secara historis tingkat keberhasilan OMC pada musim kemarau sekitar 30 persen karena awan potensial relatif sedikit,” ujar Djoko.

Meski begitu, hasil awal operasi mulai terlihat. Berdasarkan data hingga Senin (24/8) pukul 10.00 WITA, hujan tercatat turun di Pos Curah Hujan Long Lebusan, Kabupaten Mahakam Ulu, pada Sabtu (22/8) dini hari dengan intensitas sekitar 20 milimeter. Hujan juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Di kawasan IKN, operasi tersebut turut berdampak pada kenaikan muka air di intake Sungai Sepaku yang menjadi salah satu sumber air baku ibu kota baru. Elevasi muka air meningkat dari +2,04 meter menjadi +2,05 meter atau naik sekitar satu sentimeter.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Timur Buyung Dodi Gunawan mengingatkan ancaman karhutla masih tinggi selama musim kemarau.

Hingga Agustus 2026, BPBD mencatat 273 kejadian kebakaran lahan dengan total luas terdampak sekitar 752 hektare di Kalimantan Timur.

Menurut Buyung, penanganan karhutla tidak hanya dilakukan melalui pemadaman, tetapi juga upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, sesuai surat edaran Kementerian Lingkungan Hidup.

OIKN bersama BMKG, TNI AU, BPBD, dan instansi terkait akan terus memantau perkembangan cuaca, potensi awan hujan, serta kondisi hidrologis di kawasan IKN. Pelaksanaan OMC berikutnya akan disesuaikan dengan dinamika atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi syarat untuk penyemaian. []

Komentar
Share12Tweet8SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Kebakaran Hutan 2019 Bikin Indonesia Rugi Rp 72 Triliun

Karhutla Kepung Wilayah Penyangga IKN, 470 Kejadian Terjadi di Kaltim

ASPEK.ID, KALTIM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus meningkat di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), termasuk daerah yang menjadi...

BMKG, IKN & TNI AU Modifikasi Cuaca di IKN

BMKG, IKN & TNI AU Modifikasi Cuaca di IKN

  ASPEK.ID, JAKARTA-  Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Dhomber Balikpapan menyiagakan pesawat Casa NC-212 untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)...

Investasi di IKN Bebas Pajak hingga 200 Persen

Investasi di IKN Bebas Pajak hingga 200 Persen

    ASPEK.ID,JAKARTA  - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memberikan sejumlah tax holiday bagi investor. Hal tersebut disampaikan oleh Deputi...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In