ASPEK.ID, – Uban atau rambut yang memutih umumnya mulai muncul ketika seseorang memasuki usia dewasa, terutama pada usia 30 tahun ke atas. Uban juga dapat muncul lebih dini, termasuk pada anak muda seperti pelajar dan mahasiswa.
Kondisi ini kemudian memunculkan berbagai anggapan mengenai penyebab dan kaitan uban dengan kondisi tubuh. Salah satu anggapan yang belakangan beredar menyebutkan bahwa kemunculan uban bukan sekadar tanda penuaan, melainkan berkaitan dengan mekanisme alami tubuh dalam melawan kanker. Benarkah uban memiliki kaitan dengan mekanisme tubuh dalam melawan kanker?
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Yenny Rachmawati, MBiomed, mengatakan bahwa anggapan tersebut tidak tepat. Menurutnya, munculnya uban tidak berarti sistem imun sedang bekerja untuk melindungi tubuh dari kanker. Warna rambut juga tidak dapat digunakan untuk menentukan tingkat risiko kanker seseorang.
“Uban bukan berarti tubuh secara aktif melawan kanker. Warna rambut tidak dapat digunakan sebagai penanda untuk memperkirakan risiko kanker seseorang,” kata Yenny, dikutip dari laman IPB University, Jumat (28/8/2026).
Penjelasan tersebut berkaitan dengan temuan penelitian pada 2025 yang menunjukkan adanya hubungan antara kerusakan DNA pada sel punca melanosit dan dua kemungkinan kondisi, yakni rambut memutih atau terbentuknya lesi yang dapat berkembang menjadi kanker kulit melanoma.
Ia menjelaskan, warna rambut dihasilkan oleh melanosit, yakni sel yang memproduksi pigmen melanin. Sel tersebut berasal dari sel punca melanosit yang tersimpan di dalam folikel rambut. Seiring bertambahnya usia, sebagian sel punca melanosit dapat berkurang, kehilangan fungsi, atau tidak lagi berada di lokasi yang semestinya. Kondisi tersebut menyebabkan rambut yang tumbuh kekurangan pigmen sehingga tampak putih atau abu-abu.
“Warna rambut dihasilkan oleh melanosit yang memproduksi pigmen melanin. Sel tersebut berasal dari sel punca melanosit yang tersimpan di folikel rambut,” kata Yenny.
“Seiring bertambahnya usia, sebagian sel punca dapat berkurang, kehilangan fungsi, atau tidak lagi berada pada lokasi yang tepat. Akibatnya, rambut yang tumbuh kekurangan pigmen sehingga tampak putih atau abu-abu,” jelasnya.














