• Latest
  • Trending
Serangan Rudal ke Iran, Israel Tutup Wilayah Udara dan Aktifkan Sirene

Karhutla dan Abu Anak Krakatau Ancam Aktivitas Ekonomi Hingga Rp 123,1 Triliun

Gibran Tidak Naik Kelas di SMP Lalu Pindah ke Singapura itu Hoaks

Wapres Gibran Minta Penguatan dari Pertamina untuk Pelaku UMKM

Perusahaan Tommy Soeharto IPO September

Bahlil: Pengurangan Gas ke Singapura Tak Langgar Kontrak

PHK di Singapura Tertinggi Sejak Covid-19

Singapura Naikkan Usia Pensiun Hingga Umur 70 Tahun

Wapres Gibran Tinjau  Pendangkalan Sungai di Cilacap

Wapres Gibran Tinjau Pendangkalan Sungai di Cilacap

 100 Sekolah Rakyat Beroperasi pada Akhir Agustus

Seskab Teddy: 265 Sekolah Rakyat Jadi Harapan Bagi 45 Ribu Anak Jalanan

Perusahaan Tommy Soeharto IPO September

Singapura Akan Gugat RI Bila Ada Pelanggaran Kontrak Gas

Warga Kalimantan Sujud Syukur Saat Hujan Setelah 5 Bulan Kemarau

Warga Kalimantan Sujud Syukur Saat Hujan Setelah 5 Bulan Kemarau

22 Napi Tipikor Berpotensi Bebas, Ada OC Kaligis, Setnov hingga Sejumlah Kepala Daerah

KPK Usul Aset Pejabat yang Tak Tercantum di LHKPN Bisa Dirampas

Rupiah Bangkit di Tengah Gejolak Global, BI Ungkap Kuncinya

Senin ini Rupiah Diprediksi Loyo Karena Faktor ini

Wali Kota New York Pasang Semprotan Air di Toilet sebagai Ganti Tisu

Wali Kota New York Pasang Semprotan Air di Toilet sebagai Ganti Tisu

OTT KPK, Wahyu Setiawan Berharta Rp 12,8 Miliar

Komisioner KPU-Bawaslu Diusulkan Ditambah

Hari ini Lalin Bundaran HI  Dialihkan ke Patung Kuda

Gubernur DKI Renovasi Bundaran HI hingga Semanggi Tanpa APBD

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Karhutla dan Abu Anak Krakatau Ancam Aktivitas Ekonomi Hingga Rp 123,1 Triliun

by Aspek
September 8, 2026
in BERITA TERBARU, EKONOMI
Serangan Rudal ke Iran, Israel Tutup Wilayah Udara dan Aktifkan Sirene

Asap mengepul di langit Teheran pada Sabtu (28/2) waktu setempat (AFP/ATTA KENARE)

 

ASPEK.ID, JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta erupsi Anak Krakatau menimbulkan gangguan berlapis terhadap aktivitas ekonomi Indonesia.

Center of Economic and Law Studies (CELIOS) memperkirakan karhutla sepanjang Januari hingga Agustus 2026 memiliki potensi kerugian ekonomi dan kesehatan sebesar Rp 39,29 triliun hingga Rp 123,1 triliun. Angka tersebut merupakan proyeksi risiko, bukan kerugian riil yang telah terkonfirmasi.

BacaJuga

Wapres Gibran Minta Penguatan dari Pertamina untuk Pelaku UMKM

Bahlil: Pengurangan Gas ke Singapura Tak Langgar Kontrak

Singapura Naikkan Usia Pensiun Hingga Umur 70 Tahun

Wapres Gibran Tinjau Pendangkalan Sungai di Cilacap

Seskab Teddy: 265 Sekolah Rakyat Jadi Harapan Bagi 45 Ribu Anak Jalanan

Singapura Akan Gugat RI Bila Ada Pelanggaran Kontrak Gas

Estimasi CELIOS juga hanya memperhitungkan dampak karhutla dan belum memasukkan potensi kerugian akibat gangguan vulkanik Anak Krakatau. Dampak karhutla terhadap aktivitas masyarakat juga terlihat di Kalimantan Tengah.

Analis Pasar Keuangan EBC Financial Group Sana Ur Rehman mengatakan gangguan tersebut menunjukkan bagaimana kejadian fisik di luar sektor keuangan dapat dengan cepat memengaruhi aktivitas ekonomi.

“Penutupan tujuh bandara di hari Senin pagi yang memengaruhi lebih dari 270.000 penumpang menunjukkan betapa cepatnya peristiwa fisik melumpuhkan aktivitas ekonomi normal. Di saat bersamaan, CELIOS menempatkan potensi kerugian ekonomi dan kesehatan akibat karhutla tahun ini hingga mencapai Rp 123,1 triliun. Pertanyaan terbesarnya bagi Indonesia adalah bagaimana disrupsi yang berulang ini memengaruhi jadwal pengiriman, perencanaan ekspor, dan kredibilitas harga” katanya seperti dikutip dari pernyataan EBC Financial Group, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, gangguan yang berulang dapat memengaruhi jadwal pengiriman, perencanaan ekspor, dan kredibilitas harga komoditas. Kabut asap karhutla menekan aktivitas ekonomi melalui berkurangnya mobilitas masyarakat, perubahan rutinitas sekolah dan gangguan perjalanan kerja.

 

Komentar
Share17Tweet11SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Warga Kalimantan Sujud Syukur Saat Hujan Setelah 5 Bulan Kemarau

Warga Kalimantan Sujud Syukur Saat Hujan Setelah 5 Bulan Kemarau

  ASPEK.ID, KALIMANTAN SELATAN - Sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan diguyur hujan deras pada Minggu (25/10/2026). Hujan ini jadi berkah...

Tiga Alarm yang Menguji Keseriusan Negara

NASA Beri Peringatan Khusus Karthula di Ri

  ASPEK.ID, AMERIKA - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) membahas aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan...

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Faktor BNPB Belum Rekomendasi Karhutla Sebagai Bencana Nasional

  ASPEK.ID, JAKARTA -Kepala BNPB Letjen Kristomei Sianturi mengungkapkan pihaknya belum menetapkan status bencana nasional terhadap kebakaran hutan dan lahan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In