ASPEK.ID, JAWA TIMUR – Presiden Prabowo Subianto meresmikan Balai Pertemuan Pondok Modern dan Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam (Unida) Gontor di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu.
Peresmian dilakukan Prabowo usai menghadiri dan memberikan sambutan pada acara resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor.
“Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, hari Sabtu, 19 September 2026, dengan rahmat Allah Subhanahu wa taala, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini saya resmikan Balai Pertemuan Pondok Modern dan Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam Gontor,” kata Prabowo saat meresmikan, sebagaimana dipantau melalui tayangan langsung YouTube Sekretariat Presiden.
Peresmian tersebut ditandai dengan seremoni penandatanganan dua prasasti.
Dalam momen itu, Prabowo didampingi sejumlah pejabat dan tokoh Pondok Modern Gontor, termasuk Menteri Agama Nasaruddin Umar, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor K.H. Hasan Abdullah Sahal, dan Anggota Badan Wakaf Gontor K.H. Din Syamsuddin.
Dalam sambutannya pada acara resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Prabowo menyampaikan penghargaan terhadap perjalanan pondok pesantren tersebut yang telah mencapai usia satu abad.
Menurut Presiden, para pendiri Gontor, yakni K.H. Ahmad Sahal, K.H. Zainuddin Fananie, dan K.H. Imam Zarkasyi telah menanamkan cita-cita luhur yang kemudian berkembang dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia serta penjuru dunia.
Prabowo juga menyinggung mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam Panca Jiwa Gontor, yakni keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan.
Kepala Negara mengatakan nilai-nilai tersebut sejalan dengan perjuangan untuk membangun Indonesia, termasuk keinginan agar bangsa Indonesia dapat berdiri di atas kaki sendiri.
“Ini sama dengan perjuangan kita,” ujar Prabowo.
Presiden juga menekankan pentingnya kebebasan berpikir yang disertai keberanian untuk melihat kekurangan diri sendiri.
Menurut Presiden, generasi penerus, termasuk para ustadz dan ulama, perlu memiliki keberanian untuk belajar dari kelemahan dan kekurangan yang dimiliki.
Pada kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan pandangannya mengenai posisi Gontor dalam kehidupan kebangsaan.
Presiden mengatakan Gontor tidak boleh terlibat dalam politik praktis, tetapi tetap perlu memahami politik.
“Gontor harus di atas segala golongan politik. Gontor tidak boleh ke mana-mana, tapi harus ada di mana-mana,” katanya.
Prabowo kemudian menyampaikan apresiasi atas perjalanan Gontor selama 100 tahun dan berharap pesantren tersebut terus melanjutkan perjuangan serta panggilan sejarahnya.
“Terima kasih, Gontor. Selamat. Teruskan panggilan sejarah. Teruskan perjuanganmu. Berbuat yang terbaik untuk bangsa dan umat,” ucap Prabowo dikutip dari Antara.















