ASPEK.ID, JAKARTA – Tim SAR kembali memperkuat operasi pencarian korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di Perairan Masalembo, Laut Jawa. Sebanyak 22 penyelam tambahan dikerahkan sehingga total ada 34 penyelam yang akan melakukan pencarian di bawah permukaan laut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan para penyelam tambahan diberangkatkan menggunakan KRI Nala yang kembali menuju lokasi operasi setelah melakukan pengisian logistik di Surabaya.
“Besok (hari ini) KRI Nala akan bergabung kembali setelah selesai melaksanakan bekal ulang di Surabaya. Kemungkinan pukul 06.00 atau 07.00 sudah tiba di daerah operasi,” kata Putu Sudayana dalam konferensi pers, Senin (21/9/2026) malam.
Ia menjelaskan, dengan tambahan personel tersebut, jumlah tim penyelam yang bertugas di lokasi pencarian menjadi sekitar 34 orang.
“Nah KRI Nala membawa 22 tim penyelam, sehingga tim penyelam yang ada di lapangan itu kurang lebih berjumlah 34 orang tim penyelam,” ujarnya.
Basarnas berharap kondisi cuaca yang diperkirakan membaik dapat mendukung proses evakuasi, terutama pencarian korban yang diduga masih berada di dalam badan kapal.
Menurut Putu, prakiraan BMKG menunjukkan tinggi gelombang di wilayah operasi cenderung rendah sehingga aktivitas penyelaman dapat dilakukan lebih maksimal.
“Kalau kami mengharapkan sih flat ya, jadi tidak ada gelombang. Itu lebih memudahkan pergerakan kita di lapangan. Tapi kita bersyukur besok (hari ini) cuacanya sudah mulai membaik. Mudah-mudahan tim yang bekerja di lapangan bisa lebih maksimal dalam proses evakuasi,” tuturnya.
Hingga Senin (21/9), Basarnas mencatat sebanyak 123 korban telah ditemukan. Dari jumlah itu, 108 orang berhasil diselamatkan, sedangkan 15 orang ditemukan meninggal dunia.
Dengan total manifes sebanyak 243 orang, masih ada 120 penumpang yang hingga kini belum ditemukan dan masih dalam pencarian.
KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di Perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal tersebut berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9) malam.
Kapal diduga mengalami cuaca buruk sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi terbalik di Perairan Laut Jawa pada hari yang sama. []















