ASPEK.ID, JAKARTA – Dalam diskusi di kanal YouTube Sinkos Indonesia pada 16 Oktober 2026, politisi muda Partai Nasdem, Arief Rahman, mengungkapkan adanya sinyal penolakan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh terhadap wacana pemakzulan.
Menurut Arief, sikap tersebut berkaitan dengan pertimbangan stabilitas politik dan ekonomi, terutama dalam menjaga keberlangsungan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Ya ada respon dari Pak Surya Paloh memang tidak setuju dengan pemakzulan karena bicara tentang stabilitas politik dan ekonomi,” ujar Arief.
Ia menilai, dinamika pemerintahan Prabowo yang ditandai dengan pergantian dan perombakan kabinet membuat stabilitas politik menjadi pertimbangan penting.
“Bicara Pak Prabowo, sudah pasti bicara ke arah sana. Karena kenapa? Pembeda Prabowo ini kan dia seperti sekarang, gonta-ganti kabinet, reshuffle, ini kan pengen ada stabilitas politik,” lanjut Arief disalin dari warta ekonomi.
Arief menegaskan bahwa anggota DPR tetap memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan memperjuangkan aspirasi. Ia menyinggung beredarnya surat internal lintas anggota DPR sebagai gambaran bahwa dorongan untuk menindaklanjuti persoalan tersebut masih ada.
















