• Latest
  • Trending
UI:  Alasan Data Center AI Butuh Banyak Air

9.347 Data Center di Seluruh Dunia Rebutan Air dengan Petani

Forbes Umumkan 10 Orang Terkaya di Dunia 2026

Elon Musk: Di era AI Menabung untuk Masa Depan Sia-sia

Ratusan Ribu Jamaah Haji Dikeluarkan dari Mekkah

Kloter Pertama Haji Terbang 11 April 2027: Ini Jadwalnya

Menteri Pigai Siap Debat Terbuka tentang HAM dengan Guru Besar UGM

Menteri Bilang Dandhy Tak Boleh Dipidana karena Film Pesta Babi

Paus Leo XIV Berhasil Operasi Pengangkatan Tumor Paru-paru

Paus Leo Kirim Suara dari Vatikan Ikut Pemilu AS

Sejumlah Instruksi Prabowo Tentang Penanganan Karhutla Kalimantan

Eks Ombudsman: Prabowo Sebaiknya Tiru Pejabat Hongkong Minta Maaf

PHK di Singapura Tertinggi Sejak Covid-19

Selama 2 Hari Turis Tidak Bisa Foto Patung Merlion di Singapura

[Foto] Ribuan Mobil Antre Distribusi Makanan

Kota Paling Banyak Pemilik Mobil di Indonesia

Gibran Tidak Naik Kelas di SMP Lalu Pindah ke Singapura itu Hoaks

Kuasa Hukum: Putusan MA Tak Pengaruhi Posisi Wapres Gibran

Mayor Teddy Lapor LHKPN Rp 15,38 Miliar

IndocPolls: Kinerja Nusron Terburuk, Teddy Terbaik

Alasan Investor Global Lirik RI

Survei: 64,4% Pemuda RI Khawatir Kerjanya Diambil AI

Premi Tugu Insurance Tumbuh 75 Persen, Bisnis Asuransi Energi Bergeliat

Premi Tugu Insurance Tumbuh 75 Persen, Bisnis Asuransi Energi Bergeliat

Pendiri Ayam Goreng Suharti, Hj. Suharti Meninggal Dunia dalam Usia 86 Tahun

Pendiri Ayam Goreng Suharti, Hj. Suharti Meninggal Dunia dalam Usia 86 Tahun

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, November 1, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

9.347 Data Center di Seluruh Dunia Rebutan Air dengan Petani

by Aspek
November 1, 2026
in BERITA TERBARU, TEKNOLOGI
UI:  Alasan Data Center AI Butuh Banyak Air

ilustrasi data center AI

 

ASPEK.ID, AMERIKA – Sstudi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Science & Technology. Tim peneliti yang dipimpin Carnegie Institution for Science di Amerika Serikat memetakan lokasi 9.347 data center yang teridentifikasi di seluruh dunia.

Para peneliti menemukan sekitar 25% data center berada di wilayah dengan kesenjangan pasokan air, yakni ketika permintaan air melampaui ketersediaan air setempat.

BacaJuga

Elon Musk: Di era AI Menabung untuk Masa Depan Sia-sia

Kloter Pertama Haji Terbang 11 April 2027: Ini Jadwalnya

Menteri Bilang Dandhy Tak Boleh Dipidana karena Film Pesta Babi

Paus Leo Kirim Suara dari Vatikan Ikut Pemilu AS

Eks Ombudsman: Prabowo Sebaiknya Tiru Pejabat Hongkong Minta Maaf

Selama 2 Hari Turis Tidak Bisa Foto Patung Merlion di Singapura

Berdasarkan model iklim dengan asumsi kenaikan suhu rata-rata global mencapai 3 derajat Celsius dibandingkan tingkat pada 1900, jumlah lokasi data center yang mengalami tekanan air diperkirakan meningkat menjadi 33% dalam waktu 10 tahun.

“Fasilitas-fasilitas ini tidak dibangun di wilayah yang kosong. Fasilitas tersebut berdiri di atas sumber pasokan air bagi kota dan lahan pertanian,” kata ilmuwan lingkungan Lorenzo Rosa dari Carnegie Institution for Science, dikutip dari Science Alert, dikutip Minggu (1/11/2026).

Setara Kebutuhan 50.000 orang
Data center membutuhkan air dalam jumlah besar untuk menjaga suhu peralatan tetap stabil dan memastikan operasional berjalan lancar. Fasilitas berukuran besar bahkan dapat mengonsumsi air per hari sebanyak kebutuhan sebuah kota berpenduduk 50.000 orang.

Proses pendinginan yang mengandalkan penguapan juga membuat air tawar kerap menjadi pilihan utama. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dari infrastruktur komputasi awan yang menopang berbagai aktivitas digital, mulai dari menjalankan permintaan AI menyimpan foto dan video, hingga layanan streaming musik.

Berbeda dengan listrik yang dapat disalurkan melalui jaringan ke berbagai wilayah, air umumnya harus diperoleh dari sumber setempat. Data center biasanya mengambil air dari danau, sungai, serta akuifer atau lapisan batuan yang menyimpan air tanah. Ketersediaan air dari sumber-sumber tersebut dapat berubah mengikuti musim.

“Jejak penggunaan energi data center telah diukur secara terperinci karena konsumsi listrik dicatat dan dilaporkan. Kelangkaan air diukur secara lokal, dengan metode yang tidak konsisten, dan sering kali tidak diukur sama sekali,” ujar Rosa disadur dari CNBC Indonesia.

“Karena itu, kami membuat peta tersebut karena sebelumnya belum tersedia.”

Pemetaan tersebut juga mengungkap persaingan penggunaan air antara data center dan sektor lain. Sebanyak 41% data center di dunia bersaing langsung dengan kota dan pemerintah daerah untuk mendapatkan pasokan air. Sementara itu, di 28% lokasi lainnya, pertanian menjadi pengguna air utama.

Kondisi lebih mengkhawatirkan terjadi pada 523 fasilitas atau sedikit lebih dari 5% total data center yang diteliti. Lokasi-lokasi tersebut sudah mengalami kesenjangan pasokan air selama sedikitnya 9 bulan dalam setahun.

Dampak perubahan iklim terhadap ketersediaan air juga berbeda di setiap negara. Hasil pemodelan menunjukkan sebagian besar lokasi data center di Amerika Serikat yang berpotensi melewati ambang batas tekanan air akibat kenaikan suhu berada di negara tersebut. Sebaliknya, Inggris dan Jerman diperkirakan tidak mengalami perubahan besar.

Komentar
Share9Tweet6SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Forbes Umumkan 10 Orang Terkaya di Dunia 2026

Elon Musk: Di era AI Menabung untuk Masa Depan Sia-sia

  ASPEK.ID, AMERIKA - Pemilik Tesla dan SpaceX Elon Musk menyebut menabung untuk masa depan yang jauh sebagai langkah sia-sia...

Alasan Investor Global Lirik RI

Survei: 64,4% Pemuda RI Khawatir Kerjanya Diambil AI

  ASPEK.ID JAKARTA - Lembaga Survei KedaiKOPI menyebutkan 64,4 persen pemuda Indonesia khawatir pekerjaannya akan tergantikan oleh kecerdasan buatan atau...

Alasan Investor Global Lirik RI

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

  ASPEK.ID, AMERIKA - Pendiri Microsoft, Bill Gates, memperingatkan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) berpotensi memicu gejolak ekonomi dan sosial...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In