• Latest
  • Trending

Angkasa Pura II Bidik Bisnis Bandara di Afrika

Erick Minta PLTS Terapung Cirata Ditiru di Seluruh Sungai Indonesia

Qodari: Bangun 15 PLTS, Bisa Hemat APBN Rp4,6 Triliun/Tahun

Lima Pati Kopassus Naik Pangkat

Lima Pati Kopassus Naik Pangkat

Mantan Ajudan Wapres Gibran Jadi Pangkosek IV

Mantan Ajudan Wapres Gibran Jadi Pangkosek IV

Prabowo dan Megawati Bakal Bertemu pada HUT Prabowo 17 Oktober

Prabowo dan Megawati Bakal Bertemu pada HUT Prabowo 17 Oktober

Perusahaan Tommy Soeharto IPO September

Danantara Minta Pertagas Kembangkan Jargas Nasional Tekan Impor LPG

Beroperasi Agustus 2022, Catat Jadwal LRT Jabodebek

Mulai Besok, LRT Jabodebek Uji Coba Perjalanan Perdana Pukul 05.30 WIB

Ekskavator Mulai Ratakan Klaster Mewah Lapas Cibinong

Ekskavator Mulai Ratakan Klaster Mewah Lapas Cibinong

Jokowi Mau RAPBN 2025 Akomodasi Semua Program Prabowo

Jokowi Tahu Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Profil Fatima El Mansouri, Perempuan Pertama yang Jadi PM Maroko

Profil Fatima El Mansouri, Perempuan Pertama yang Jadi PM Maroko

Dolar AS Makin Kuat Setelah The Fed Naikkan Suku Bunga

Dolar AS Melemah ke Rp 17.912 Pagi Ini

13 Napi Lapas Narkotika Jakarta Dapat Kesempatan Kuliah S1 Teologi

Komisi XIII DPR-Ditjenpas Tinjau Lapas Cibinong Hari Ini

Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

Prabowo-Gibran  Tambah Transfer ke Daerah Jadi Rp 735 Triliun di APBN 2027

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Oktober 1, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Angkasa Pura II Bidik Bisnis Bandara di Afrika

by Zamzami Ali
Agustus 21, 2019
in BERITA UTAMA, BUMN

ASPEK.ID – PT Angkasa Pura II (Persero) ikut berpartisipasi dalam forum Indonesia–Africa Infrastructure Dialogue di Bali, 20-21 Agustus 2019.

Indonesia–Africa Infrastructure Dialogue sendiri dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Kepala Negara juga menyampaikan keynote speech pada acara pembukaan forum tersebut.

Forum ini antara lain bertujuan untuk mempererat hubungan Indonesia dengan negara-negara Afrika di berbagai bidang termasuk infrastruktur. Ada 53 negara di Afrika yang diundang hadir dalam acara tersebut.

BacaJuga

Aliansi Serikat MEPS dan Manajemen Pelindo Bahas Program Transformasi dan Penataan Peran Pelindo Grup

Dolar AS Tembus Rp 18.000 Lagi Pagi Ini

Kagama Ucap Selamat ke Anggotanya Jadi Dirut Pertamina International Shipping

Pelindo Marine Service dan Serikat Pekerja Teken Perjanjian Bersama, Dorong Hubungan Kerja Harmonis

Pelita Air Selipkan Tiket MotoGP Gratis di Kursi Penumpang

20 Maskapai Terbaik Dunia 2026

President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, forum Indonesia–Afrika ini merupakan ajang tepat bagi Angkasa Pura II untuk menjajaki peluang bisnis di pasar yang baru.

Muhammad Awaluddin menjelaskan, Angkasa Pura II sebagai pengelola bandara memiliki kelebihan yang dirangkum ke dalam 3E yaitu Experience, Expertise dan Expansion, sehingga mampu menggarap pasar global secara optimal.

“Dalam hal Experience, Angkasa Pura II juga telah memiliki pengalaman selama 35 tahun mengelola bandara dan kini membawahi 16 bandara di Indonesia,” katanya.

Sementara itu terkait Expertise, lanjutnya, Angkasa Pura II saat ini menjadi industry leader menyusul sejumlah inovasi termasuk dalam hal digitalisasi layanan di bandara dan kepada traveler pada saat pre-journey, on-journey dan post-journey.

Selain itu, Angkasa Pura II juga memiliki keahlian di dalam memperluas konektivitas penerbangan di bandara-bandara guna mempercepat pertumbuhan pariwisata dan perekonomian setempat.

Kemudian dari sisi Expansion, Angkasa Pura II terbukti mampu melakukan berbagai pengembangan infrastruktur di bandara-bandara seperti pembangunan Terminal 3 Soekarno-Hatta, Terminal Baru Supadio Pontianak, Terminal Baru Sultan Thaha Jambi, Terminal Baru Raja Haji Fisabilillah Tanjung Pinang, dan lain sebagainya.

Angkasa Pura II juga menjadi yang pertama di Indonesia yang menghadirkan moda transportasi publik yang bisa dioperasikan tanpa awak yakni kereta layang atau Skytrain di Bandara Soekarno-Hatta.

“Angkasa Pura II berpengalaman mengelola dan mengembangkan 16 bandara di Indonesia termasuk Soekarno-Hatta yang merupakan salah satu bandara tersibuk di dunia. Kami ingin memperluas pasar ke negara lain sehingga nantinya Angkasa Pura II tidak hanya unggul di pasar domestik, tetapi juga membawa harum nama Indonesia di tingkat global,” jelasnya.

Lebih lanjut, Muhammad Awaluddin menjelaskan di pasar Afrika, prioritas Angkasa Pura II adalah di Capacity Building Projects (pengelolaan bandara) dan mendukung Construction Project Investments (proyek konstruksi) baik itu di bisnis aero dan non-aero.

Pada Capacity Building, Angkasa Pura II akan membantu negara-negara Afrika untuk meningkatkan skill, pengetahuan, pemanfaatan peralatan dan sumber daya lainnya dalam pengelolaan bandara.

Di tahap awal ini Angkasa Pura II telah mengidentifikasi 7 bandara potensial untuk  Capacity Building yakni di Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Maroko dan Algeria.

Sementara itu terkait Construction Project Investments, Angkasa Pura II menjajaki peluang terlibat dalam pembangunan bandara di sisi darat (land side) dan sisi udara (air side) guna mendukung bisnis aero dan non-aero.

Terdapat 9 bandara yang dinilai potensial terkait Construction Project Investment yakni di Mesir, Ethiopia, Angola, Tanzania, Sudan, Afrika Selatan, Rwanda, Burkina Faso dan Zambia.

Muhammad Awaluddin mengatakan, sektor kebandarudaraan di Afrika tengah berkembang dengan membuka lapangan pekerjaan bagi 7 juta orang, dan nilai investasi untuk bandara baru mencapai US$ 25 miliar berdasarkan data dari CAPA–Centre for Aviation.

“Angkasa Pura II ingin membagi pengalaman dalam mengelola dan mengembangkan bandara kepada negara-negara di Afrika,” jelas Muhammad Awaluddin.

Komentar
Share31Tweet19SendShareShare5Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Aturan Baru Penerbangan Dalam Negeri saat Pandemi

AP II Pilih Strategi Pemanfaatan Aset Guna Percepat Pemulihan Bisnis

PT Angkasa Pura II atau AP II (Persero), pengelola 20 bandara di Indonesia, memilih strategi Asset Recycling atau pemanfaatan aset...

Erick Thohir Kembali Tunjuk Awaluddin sebagai Dirut AP II

Erick Thohir Kembali Tunjuk Awaluddin sebagai Dirut AP II

Menteri BUMN Erick Thohir kembali menunjuk Muhammad Awaluddin sebagai Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero). Pengangkatan tersebut tertuang dalam...

AP II Rugi Rp1,6 Triliun di 2021

BUMN operator bandara, PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II mencatatkan kerugian Rp 1,6 triliun pada semester I 2021....

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In