• Latest
  • Trending

Produksi Naik 10%, Bukit Asam Cetak Laba Rp 3,1 T

Ini 9 Kiai Sepuh Terpilih Jadi Anggota AHWA Muktamar ke-35 NU, Penentu Rais ‘Aam PBNU 2026–2031

5 Calon Ketum PBNU Ditetapkan, Gus Kikin Peroleh Suara Tertinggi

Ini 9 Kiai Sepuh Terpilih Jadi Anggota AHWA Muktamar ke-35 NU, Penentu Rais ‘Aam PBNU 2026–2031

Ini 9 Kiai Sepuh Terpilih Jadi Anggota AHWA Muktamar ke-35 NU, Penentu Rais ‘Aam PBNU 2026–2031

Kejagung Sita Aset Bos Tambang Aseng Rp338 M

Kejagung Sita Aset Bos Tambang Aseng Rp338 M

Mengenal CH-47 Chinook, Helikopter Raksasa Jepang yang Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan

Mengenal CH-47 Chinook, Helikopter Raksasa Jepang yang Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan

Irsyad Maulana Merapat ke Persis Solo, Bidik Tiket Kembali ke Super League

Irsyad Maulana Merapat ke Persis Solo, Bidik Tiket Kembali ke Super League

Prabowo Dijadwalkan Buka Muktamar ke-35 NU di Jombang Malam Ini

Muktamar NU Bahas Zakat Mengurang pajak terutang

Hari Kucing Sedunia, Bahaya Obesitas pada Anabul

10 Ras Kucing Termahal di Dunia: Hingga Ratusan Juta

Wika Beton Raup Laba Bersih Rp 510 Miliar di 2019

WIKA Beton Pamer Rumah Tahan Gempa di Danantara Housing Expo 2026.

Ketum PBNU Dipilih  oleh AHWA Tidak Lagi One Man One Vote

Ketum PBNU Dipilih  oleh AHWA Tidak Lagi One Man One Vote

3 Juta Warga RI Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik 78%

Kabut Asap Ancam Kesuburan Pria

Jokowi Mulai Safari Politik ke Lampung, Kenakan Kemeja dan Topi Berlogo PSI

Jokowi: Lamun Siro Pinter, Ojo Minteri

Menko AHY: Rumah Layak Huni Jadi Fondasi Kesejahteraan Rakyat

SIG: Bangun Rumah Tipe 36 Hanya 30 Hari dengan Bata Interlock Presisi

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Agustus 31, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Produksi Naik 10%, Bukit Asam Cetak Laba Rp 3,1 T

by Zamzami Ali
Oktober 28, 2019
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, BUMN

ASPEK.ID, JAKARTA – PT Bukit Asam Tbk berhasil mencatatkan kenaikan penjualan batu bara hingga September 2019 menjadi 20,6 juta ton atau naik 10,7% dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bukit Asam, Avriyan Arifin mengatakan, kenaikan penjualan ini ditopang oleh kenaikan produksi batu bara menjadi 21,6 juta ton atau naik 9,6% dari periode yang sama di tahun sebelumnya, serta kapasitas angkutan batu bara yang mengalami kenaikan menjadi 17,8 juta ton atau naik 4,7% dari periode Januari hingga September 2018.

Kenaikan penjualan batu bara ini dikatakannya tak lepas dari strategi penjualan yang diterapkan oleh Perseroan dengan menyasar ekspor batu bara ke beberapa negara seperti India, Hong Kong, Filipina dan sejumlah negara Asia lain, serta menyasar pasar ekspor baru seperti ke Jepang dan Korea Selatan.

BacaJuga

5 Calon Ketum PBNU Ditetapkan, Gus Kikin Peroleh Suara Tertinggi

Ini 9 Kiai Sepuh Terpilih Jadi Anggota AHWA Muktamar ke-35 NU, Penentu Rais ‘Aam PBNU 2026–2031

Kejagung Sita Aset Bos Tambang Aseng Rp338 M

Mengenal CH-47 Chinook, Helikopter Raksasa Jepang yang Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan

Irsyad Maulana Merapat ke Persis Solo, Bidik Tiket Kembali ke Super League

Muktamar NU Bahas Zakat Mengurang pajak terutang

“Tak hanya mendorong penjualan ekspor ke negara-negara Asia, Perseroan juga menerapkan penjualan ekspor batu bara medium to high calorie ke premium market,” kata Avriyan di Jakarta, Senin (28/10/2019).

Sampai dengan Triwulan III tahun 2019, Perseroan dijelaskannya juga mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp16,3 T, yang terdiri dari pendapatan penjualan batu bara domestik sebesar 56%, penjualan batu bara ekspor sebesar 42% dan aktivitas lainnya sebesar 2% yang terdiri dari penjualan listrik, briket, minyak sawit mentah, jasa kesehatan rumah sakit dan jasa sewa.

Pendapatan usaha ini dipengaruhi oleh harga jual rata-rata batu bara yang turun sebesar 7,8% menjadi Rp775.675/ton dari Rp841.655/ton di periode sampai degan September 2019 dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut disebabkan oleh pelemahan harga batubara indeks Newcastle (GAR 6322 kkal/kg) sebesar 25% menjadi rata-rata sampai dengan September 2019 sebesar US$ 81,3 per ton dari US$ 108,3 per ton pada periode yang sama tahun lalu.

“Demikian juga indeks harga batu bara thermal Indonesia (Indonesian Coal Index / ICI) GAR 5000 yang melemah sebesar 21% menjadi rata-rata sampai dengan September 2019 sebesar US$ 50,8 per ton dari US$ 64,5 per ton pada periode yang sama tahun lalu,” jelasnya.

Beban Pokok Penjualan Rp 10,54 T

Beban pokok penjualan hingga September 2019 ini tercatat sebesar Rp10,5 T atau mengalami kenaikan sebesar 13% dari periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp9,4 T.

Dengan komposisi dan kenaikan terbesar terjadi pada biaya angkutan kereta api seiring dengan peningkatan volume angkutan batubara dan kenaikan biaya jasa penambangan seiring dengan peningkatan produksi dan peningkatan rata-rata stripping ratio sampai dengan September 2019 sebesar 4.6 bcm/ton dari 4.1 bcm/ton pada periode yang sama tahun lalu.

“Kenaikan stripping ratio ini disebabkan produksi batubara kalori tinggi ( > 6100 kkal/kg GAR) sebanyak 1,9 juta ton sampai dengan September 2019,” imbunya.

Laba Bersih Rp 3,1 T

Meskipun di tengah kondisi penurunan harga batubara dunia, Perseroan juga masih membukukan laba bersih sebesar Rp 3,1 T dengan EBITA sebesar Rp 5,0 T. Hal ini tidak lain hasil dari strategi dan upaya efisiensi yang dilakukan Perseroan.

Total Aset Rp 25,2 Triliun

Aset Perseroan per 30 September 2019 mencapai 25,2 T dengan komposisi terbesar pada aset tetap sebesar 28% dan kas setara kas sebesar 17%. Kas dan setara kas (di luar deposito dengan jangka waktu diatas 3 bulan) yang dimiliki Perseroan saat ini sebesar Rp 4,2 T.

“Jumlah ini turun 33% per 31 Desember 2018 sebesar Rp 6,30 T. Akan tetapi bila termasuk deposito di atas 3 bulan, maka total kas perseroan adalah sebesar Rp 7,1 T (naik 13% dari perioade yang sama 2018),” pungkasnya.

Komentar
Share46Tweet29SendShareShare8Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Juli 2023 Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi

60% Saham Kereta Cepat Bakal Diambil Kemenkeu, Bagaimana Nasib PT PSBI?

ASPEK.ID, JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengambil alih seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) di PT Kereta...

Danantara Nilai Reformasi OJK Kunci Kredibilitas Pasar Modal

Danantara Telah Tutup 290 BUMN

Jakarta - CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan 290...

Danantara Dipacu Jadi Penggerak Utama Ekonomi Nasional Era Prabowo

Danantara Bakal Tutup 874 BUMN Hingga Akhir 2026

  Jakarta - Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI) bakal menutup sekitar 874 perusahan BUMN baik anak usaha, maupun cucu perusahaan....

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In