• Latest
  • Trending
Ketum PBNU Dipilih  oleh AHWA Tidak Lagi One Man One Vote

Ketum PBNU Dipilih  oleh AHWA Tidak Lagi One Man One Vote

Maruli Simanjutak Terima Jabatan Kepala BNPP

Maruli Simanjutak Terima Jabatan Kepala BNPP

3 Juta Warga RI Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik 78%

DPR Desak Menhut Mundur Jika Tak Bisa Tangani Karhutla

Prabowo: Danantara Wajib Bantu Lanjutkan Proyek LRT Jakarta

Pemgamat: Komunikasi Prabowo Semakin Baik

3 Faktor Proyek MRT Jakarta Fase 2 Bakal Molor

Peringkat Transportasi Publik Jakarta Naik dari Posisi 17 ke 15 Dunia

BEI Target Kapitalisasi Bursa Rp 30.000 Triliun pada 2030

BEI dan OJK Akan Bertemu MSCI Minta Klarifikasi

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, 12 Pesawat Terlambat

PM Malaysia Minta ASEAN Tangani Karhutla RI

Penyebab Kerusuhan di Prancis

Penyebab Kerusuhan di Prancis

Sekjen PBB Bermalam di Rumah Prabowo

Sekjen PBB Bermalam di Rumah Prabowo

IHSG Lengser ke 4.934, Mayoritas Saham Masuk Zona Merah

IHSG Lengser ke 4.934, Mayoritas Saham Masuk Zona Merah

Kebakaran Hutan 2019 Bikin Indonesia Rugi Rp 72 Triliun

Serukan Taubat Nasuha, MUI Desak Prabowo Serius Tangani Karhutla

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

BEI Turunkan Batas ARB Saham Jadi 7% Mulai Hari Ini

BNPB Hormati OTT KPK, Dorong Asas Praduga Tak Bersalah

KPK: Pejabat BNPB Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Ketum PBNU Dipilih  oleh AHWA Tidak Lagi One Man One Vote

by Aspek
Agustus 30, 2026
in BERITA TERBARU, POLITIK
Ketum PBNU Dipilih  oleh AHWA Tidak Lagi One Man One Vote

 

 

ASPEK.ID, JOMBANG – Pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak lagi menggunakan sistem one man one vote. Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan pemilihan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU dilakukan melalui mekanisme Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA).

BacaJuga

Maruli Simanjutak Terima Jabatan Kepala BNPP

DPR Desak Menhut Mundur Jika Tak Bisa Tangani Karhutla

Pemgamat: Komunikasi Prabowo Semakin Baik

Peringkat Transportasi Publik Jakarta Naik dari Posisi 17 ke 15 Dunia

BEI dan OJK Akan Bertemu MSCI Minta Klarifikasi

PM Malaysia Minta ASEAN Tangani Karhutla RI

Keputusan tersebut diambil dalam Sidang Pleno III Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, setelah muktamirin melakukan pemungutan suara hingga Minggu (30/8/2026) dini hari.

 

Pimpinan Sidang Pleno III Muktamar ke-35 NU, Prof. Mohammad Nuh, mengatakan, keputusan tersebut membuat pemilihan Ketua Umum PBNU dilakukan melalui mekanisme penjaringan dan penetapan secara berjenjang bersama AHWA.

“Inilah realitas yang harus kita terima,” ujar Prof. M. Nuh di hadapan seluruh peserta Muktamar usai penghitungan suara selesai.

Prof. Nuh menjelaskan, setiap utusan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), maupun Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) berhak mengusulkan sebanyak-banyaknya lima nama bakal calon Ketua Umum PBNU.

“Dari nama-nama yang diusulkan oleh masing-masing cabang itu kemudian ditabulasi untuk dicari lima nama terbesar,” terang Prof. Nuh  dikutip dari Kompas.

Kelima nama tersebut selanjutnya diserahkan kepada Rais ‘Aam terpilih untuk mendapatkan restu dan persetujuan tertulis.

Sembilan anggota AHWA yang dipilih oleh para muktamirin akan menggelar musyawarah internal untuk menetapkan Rais ‘Aam Syuriyah PBNU. Dengan demikian, Rais ‘Aam akan ditetapkan lebih dahulu sebelum proses pemilihan Ketua Umum PBNU dilakukan.

“Pertama Rais ‘Aam dulu. Setelah Rais ‘Aam terpilih, baru kita proses pencalonan Ketua Umum. Setelah lima nama terbesar mendapatkan persetujuan tertulis dari Rais ‘Aam, AHWA kembali bersidang bersama Rais ‘Aam terpilih untuk menetapkan siapa Ketua Umum PBNU,” jelas Prof. Nuh.

 

AHWA bersama Rais ‘Aam terpilih nantinya menjadi pihak yang menetapkan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU dari lima nama yang telah melalui proses penjaringan dan mendapatkan persetujuan tertulis Rais ‘Aam.

 

Komentar
Share13Tweet8SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

No Content Available
Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In