ASPEK.ID, JAKARTA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatra mulai memasuki sejumlah wilayah di Aceh. Kondisi ini terpantau sejak Rabu (14/10/2026) sore, mulai dari Aceh Tamiang hingga Bener Meriah.
Pantauan wartawan menunjukkan kabut asap menyelimuti sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, Lhokseumawe, Aceh Utara, Bireuen, hingga Bener Meriah.
Pemerintah daerah setempat pun mengimbau masyarakat agar mewaspadai dampak sebaran asap, terutama dengan membatasi aktivitas di luar ruangan saat kondisi semakin pekat.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominfo) Kota Lhokseumawe, Taruna Putra Satya, membenarkan bahwa kabut asap mulai dirasakan warga di wilayahnya.
“Pengaruh asap karhutla sudah mulai dirasakan di Lhokseumawe. Kami mengimbau masyarakat agar membatasi aktivitas di luar rumah, terutama saat asap sangat pekat,” kata Taruna dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (15/10/2026).
Hal serupa disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery. Ia menyebut asap karhutla mulai melintasi wilayah Aceh Tamiang sejak Rabu sore.
Menurut Iman, kondisi tersebut diketahui berdasarkan citra sebaran asap dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta pengamatan langsung di lapangan yang menunjukkan asap mulai meluas ke wilayah Aceh Tamiang.
“Kami sudah mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Jika kondisi asap semakin pekat, sebaiknya kurangi aktivitas di luar ruangan,” ujarnya.
Sementara itu, kabut asap yang mulai terlihat membuat sejumlah warga Lhokseumawe mencari masker untuk mengantisipasi kemungkinan asap semakin tebal.
Seorang warga Lhokseumawe, Rahmat Mirza, mengatakan pembelian masker oleh warga mulai ramai sejak Rabu sore.
“Mulai tadi sore sudah banyak warga borong beli masker, karena asapnya sudah kelihatan,” kata Rahmat, Rabu (14/10/2026) malam.
BMKG sebelumnya mendeteksi sebaran asap karhutla yang mengarah ke Aceh melalui citra satelit Himawari-9. Pergerakan asap terpantau menuju barat laut hingga utara, mengikuti arah angin dari timur hingga tenggara.
Kondisi angin tersebut memungkinkan asap dari wilayah lain terbawa hingga memasuki sejumlah daerah di Aceh. Masyarakat pun diimbau tetap waspada dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap semakin pekat. []
















