JAKARTA – Pelantikan Mawardi Nur sebagai Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Rabu (5/8/2026), memicu perbincangan luas di media sosial.
Tak lama setelah prosesi pelantikan, nama Mawardi Nur menjadi topik yang ramai diperbincangkan warganet.
Sorotan terutama mengarah pada polemik riwayat pendidikannya yang sebelumnya sempat menjadi bahan diskusi publik, terkait jenjang pendidikannya di Universitas Irvine, California, Amerika Serikat.
Perbincangan itu kembali menguat setelah Mawardi resmi dilantik sebagai Kepala BPMA menggantikan Nasri Djajal.
Hingga berita ini ditulis, Mawardi Nur belum menyampaikan pernyataan resmi ataupun menunjukkan dokumen yang secara khusus menjawab berbagai pertanyaan publik mengenai riwayat pendidikannya.
Sementara itu, Kementerian ESDM melantik Mawardi Nur sebagai Kepala BPMA melalui prosesi resmi yang dipimpin langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Polemik ini menambah perhatian publik terhadap kepemimpinan baru BPMA, terutama karena lembaga tersebut memiliki peran strategis dalam pengelolaan industri minyak dan gas bumi di Aceh.
















