• Latest
  • Trending
BPS Bongkar Kondisi Terbaru Dunia Kerja RI, Ada Kabar Baik di Balik Angkanya

BPS Bongkar Kondisi Terbaru Dunia Kerja RI, Ada Kabar Baik di Balik Angkanya

Purbaya Sebut BUMN Ekspor Bisa Tambah Pendapatan Negara hingga 2 Kali Lipat

Purbaya Buka Suara Soal Isu Gaji Manajer Kopdes Rp 16 Juta

Bahlil Lantik Kepala BPMA Baru, Riwayat Pendidikan Jadi Perbincangan Warganet

Bahlil Lantik Kepala BPMA Baru, Riwayat Pendidikan Jadi Perbincangan Warganet

Dony Oskaria Sambangi Kantor Menkeu, Utang KCIC Jadi Agenda Pembahasan Utama

Dony Oskaria Sambangi Kantor Menkeu, Utang KCIC Jadi Agenda Pembahasan Utama

Fadli Zon Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Fadli Zon: Gaya Pidato Prabowo tidak Berubah Sejak Dulu

Api Lahap Gedung di Cikini, 70 Personel Damkar Diterjunkan

Api Lahap Gedung di Cikini, 70 Personel Damkar Diterjunkan

Hari Guru, Jokowi Ajak Pulihkan Pendidikan

Jawa Barat Kekurangan 6.000 Guru

Wakapolri Dorong Personel Berinovasi, Bripda Muhammad Putra Aulia Jadi Contoh Nyata

Wakapolri Dorong Personel Berinovasi, Bripda Muhammad Putra Aulia Jadi Contoh Nyata

Danantara Dipacu Jadi Penggerak Utama Ekonomi Nasional Era Prabowo

Danantara Matangkan Uji Coba SPP-TDLN Bersama Bank

Bahlil Lantik Mawardi Nur Jadi Kepala Badan Pengelola Migas Aceh

Bahlil Lantik Mawardi Nur Jadi Kepala Badan Pengelola Migas Aceh

Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Capai 24,79 Juta

87,88 Juta Warga Bekerja di Sektor Informal

Menkop: Kopdes Merah Putih Wujud Pemikiran Soemitro

Pemerintah Pacu Operasional Kopdes, Pembangunan 35.000 Unit Dipercepat

Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, Jawa Berkontribusi 56,47 Persen terhadap PDB

Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, Jawa Berkontribusi 56,47 Persen terhadap PDB

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Agustus 5, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

BPS Bongkar Kondisi Terbaru Dunia Kerja RI, Ada Kabar Baik di Balik Angkanya

by REDAKSI
Agustus 5, 2026
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, EKONOMI, NEWS, TERPOPULER
BPS Bongkar Kondisi Terbaru Dunia Kerja RI, Ada Kabar Baik di Balik Angkanya

JAKARTA – Kondisi ketenagakerjaan Indonesia menunjukkan tren positif pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk yang bekerja terus bertambah, tingkat pengangguran kembali menurun, dan rata-rata upah buruh mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelumnya.

Data tersebut tertuang dalam hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026 yang dirilis BPS pada Selasa (5/8).

Jumlah angkatan kerja Indonesia pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang. Angka ini bertambah sekitar 497 ribu orang dibandingkan Februari 2026 yang tercatat sebanyak 154,91 juta orang. Kenaikan tersebut juga diikuti oleh peningkatan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) menjadi 70,57 persen, atau naik 0,01 persen poin dibandingkan Februari 2026.

BacaJuga

Purbaya Buka Suara Soal Isu Gaji Manajer Kopdes Rp 16 Juta

Bahlil Lantik Kepala BPMA Baru, Riwayat Pendidikan Jadi Perbincangan Warganet

Dony Oskaria Sambangi Kantor Menkeu, Utang KCIC Jadi Agenda Pembahasan Utama

Fadli Zon: Gaya Pidato Prabowo tidak Berubah Sejak Dulu

Api Lahap Gedung di Cikini, 70 Personel Damkar Diterjunkan

Jawa Barat Kekurangan 6.000 Guru

Dari total angkatan kerja tersebut, 148,19 juta orang telah bekerja. Jumlah penduduk bekerja meningkat 522 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Sementara itu, jumlah pengangguran menurun sehingga Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 4,65 persen, turun 0,03 persen poin dari posisi Februari 2026 yang mencapai 4,68 persen.

Meski mengalami penurunan secara nasional, tingkat pengangguran masih menunjukkan perbedaan yang cukup besar antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Di kawasan perkotaan, TPT tercatat mencapai 5,54 persen, sedangkan di wilayah perdesaan hanya 3,35 persen.

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, tingkat pengangguran laki-laki mencapai 4,85 persen, lebih tinggi dibandingkan perempuan yang sebesar 4,32 persen.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi penyumbang lapangan kerja terbesar di Indonesia. Hingga Mei 2026, sektor tersebut menyerap 42,60 juta pekerja, atau sekitar 28,75 persen dari total penduduk yang bekerja.

Data BPS juga menunjukkan mayoritas masyarakat bekerja dengan jam kerja penuh. Sebanyak 98,98 juta orang, atau 66,80 persen dari total pekerja, bekerja selama 35 jam atau lebih setiap minggu. Persentase ini sedikit meningkat dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 66,77 persen.

Sementara itu, 49,21 juta orang, atau 33,20 persen dari total pekerja, masih tergolong pekerja tidak penuh. Kelompok ini terdiri atas pekerja paruh waktu dan setengah pengangguran.

Secara rinci, pekerja paruh waktu mencapai 25,93 persen, sedangkan proporsi setengah pengangguran sebesar 7,28 persen. Dibandingkan Februari 2026, proporsi pekerja penuh meningkat, sementara pekerja tidak penuh mengalami penurunan tipis.

Selain kondisi penyerapan tenaga kerja yang membaik, BPS juga mencatat adanya peningkatan kesejahteraan pekerja. Rata-rata upah buruh pada Mei 2026 mencapai Rp3,39 juta per bulan, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

Secara keseluruhan, hasil Sakernas Mei 2026 menunjukkan pasar tenaga kerja Indonesia masih berada dalam tren yang positif. Bertambahnya jumlah angkatan kerja yang terserap ke dunia kerja, turunnya tingkat pengangguran, meningkatnya proporsi pekerja penuh, serta naiknya rata-rata upah buruh menjadi sejumlah indikator membaiknya kondisi ketenagakerjaan nasional.

Meski demikian, data BPS juga memperlihatkan masih adanya tantangan yang perlu mendapat perhatian, terutama tingginya tingkat pengangguran di wilayah perkotaan dibandingkan perdesaan serta masih besarnya jumlah pekerja yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu. Hal tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas lapangan kerja tetap menjadi pekerjaan rumah dalam mendorong pasar tenaga kerja yang lebih produktif dan inklusif.

Komentar
Share10Tweet6SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Purbaya Sebut BUMN Ekspor Bisa Tambah Pendapatan Negara hingga 2 Kali Lipat

Purbaya Buka Suara Soal Isu Gaji Manajer Kopdes Rp 16 Juta

ASPEK.ID, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah kabar yang menyebut pemerintah akan memberikan gaji sebesar Rp 16 juta...

Bahlil Lantik Kepala BPMA Baru, Riwayat Pendidikan Jadi Perbincangan Warganet

Bahlil Lantik Kepala BPMA Baru, Riwayat Pendidikan Jadi Perbincangan Warganet

JAKARTA – Pelantikan Mawardi Nur sebagai Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)...

Dony Oskaria Sambangi Kantor Menkeu, Utang KCIC Jadi Agenda Pembahasan Utama

Dony Oskaria Sambangi Kantor Menkeu, Utang KCIC Jadi Agenda Pembahasan Utama

ASPEK.ID, JAKARTA - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN Dony Oskaria menyambangi Kantor Kementerian...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In