• Latest
  • Trending
Rekam Jejak Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Pilihan Prabowo

BI Prospek Ekonomi Global Masih Lemah, Hanya Tumbuh 3 Persen

3 Juta Warga RI Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik 78%

LSM Gugat Indonesia Dinilai Lalai Padamkan Karhutla

Pertemuan Presiden RI dan Presiden Mesir Hasilkan 4 Kesepakatan Kerja Sama

Indonesia Dukung Mesir Jaga Hak Air Sungai Nil

Pertemuan Presiden RI dan Presiden Mesir Hasilkan 4 Kesepakatan Kerja Sama

Pertemuan Presiden RI dan Presiden Mesir Hasilkan 4 Kesepakatan Kerja Sama

3 Faktor Proyek MRT Jakarta Fase 2 Bakal Molor

18 Layanan Gratis untuk Warga Jakarta,

MotoGP Mandalika, UMKM Raup Omzet Hingga Rp 5 Juta/Hari

MotoGP Mandalika, UMKM Raup Omzet Hingga Rp 5 Juta/Hari

Kapolri Kembali Mutasi 199 Pati dan Pamen: dari Wakabaintelkam hingga 3 Kapolda

Kapolri Kembali Mutasi 199 Pati dan Pamen: dari Wakabaintelkam hingga 3 Kapolda

Rajin Minum Air Putih Kok Bisa Batu Ginja?

Rajin Minum Air Putih Kok Bisa Batu Ginja?

Hotel di Mandalika Penuh, Belum Ada Keluhan soal Harga

Pembalap  Spanyol Kecelakaan di Sirkuit Mandalika, Helikopter Terbangkan ke RS

Mengapa Kita Cenderung Memilih Tempat Duduk yang Sama?

Mengapa Kita Cenderung Memilih Tempat Duduk yang Sama?

Boneka Unta Oleh-oleh Haji di Arab Buatan Indonesia

Boneka Unta Oleh-oleh Haji di Arab Buatan Indonesia

Minggu, Prabowo-Presiden Mesir El-Sisi Akan Teken MoU Visa dan Lain-lain

Minggu, Prabowo-Presiden Mesir El-Sisi Akan Teken MoU Visa dan Lain-lain

Kandungan Gizi tak Sesuai Label, 3 Merek Beras Ditarik dari Peredaran

Ekonom: Beras Premium Langka di Ritel Modern

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Oktober 12, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

BI Prospek Ekonomi Global Masih Lemah, Hanya Tumbuh 3 Persen

by Aspek
Agustus 20, 2026
in BERITA TERBARU, GLOBAL
Rekam Jejak Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Pilihan Prabowo

Destry Damayanti. Foto: Kompas.com

 

 

ASPEK.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melihat prospek perekonomian global masih lemah dan dibayangi ketidakpastian pasar keuangan yang tinggi.

BacaJuga

LSM Gugat Indonesia Dinilai Lalai Padamkan Karhutla

Indonesia Dukung Mesir Jaga Hak Air Sungai Nil

Pertemuan Presiden RI dan Presiden Mesir Hasilkan 4 Kesepakatan Kerja Sama

18 Layanan Gratis untuk Warga Jakarta,

MotoGP Mandalika, UMKM Raup Omzet Hingga Rp 5 Juta/Hari

Kapolri Kembali Mutasi 199 Pati dan Pamen: dari Wakabaintelkam hingga 3 Kapolda

Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari konflik di Timur Tengah hingga kenaikan harga minyak dan komoditas global.

 

Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti mengatakan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2026 diperkirakan belum kuat, yakni sekitar 3 persen.

 

“Prospek perekonomian global masih lemah disertai dengan ketidakpastian pasar keuangan yang tetap tinggi. Kondisi ini dipengaruhi oleh berlanjutnya intensitas perang di Timur Tengah yang mendorong harga minyak dan komoditas dunia lainnya kembali naik,” ujar Destry  di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

 

Menurut Destry, ketidakpastian global diperkirakan masih berlangsung hingga akhir tahun. Situasi tersebut berpotensi membawa perekonomian dunia memasuki era higher for longer, ketika suku bunga dan imbal hasil obligasi bertahan pada level tinggi dalam waktu lebih lama.

 

“Paling tidak sampai akhir tahun ini kita melihat bagaimana prospek dari global dan juga prospek dari ekonomi domestik kita. Untuk global ini memang kita akan menghadapi situasi yang mungkin akan cukup lama dengan ketidakpastian,” jelasnya.

 

Destry menjelaskan tekanan tersebut juga tercermin dari arah suku bunga Federal Funds Rate (FFR) Amerika Serikat yang berpotensi bertahan tinggi. Hal itu sejalan dengan tekanan inflasi dan kenaikan harga minyak yang masih terjadi.

 

Di sisi lain, pemerintah AS juga menghadapi kebutuhan pembiayaan defisit anggaran. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pasokan obligasi di pasar sehingga turut memberikan tekanan terhadap imbal hasil (bond yield) dan suku bunga global.

 

“Sehingga itu semua akan menciptakan situasi hampir semua apakah itu bond yield, apakah itu interest rate, mereka akan berada dalam posisi yang tinggi,” katanya disadur dari CNN Indonesia.

 

Deputi Gubernur BI Aida S Budiman mengungkapkan ekonomi global masih menghadapi sejumlah gangguan, termasuk distribusi barang serta kenaikan harga komoditas.

 

Namun, kondisi perekonomian domestik Indonesia sejauh ini masih terjaga. Aida mencontohkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 yang mencapai 5,29 persen.

 

“Ini terutama didorong dan tampaknya sudah mulai terjadi dari hasil dari investasi proyek-proyek strategisnya pemerintah,” ujar Aida di tempat yang sama.

 

Menurut Aida, terdapat perkembangan positif dalam struktur pertumbuhan ekonomi pada periode April-Juni 2026, terutama dari sisi investasi. Investasi tercatat membaik baik pada sektor bangunan maupun nonbangunan.

 

Komentar
Share11Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Dolar AS Makin Kuat Setelah The Fed Naikkan Suku Bunga

BI: Cadangan Devisa RI US$146,5 Miliar per September 2026 Turun Dibandingkan Agustus

ASPEK.ID, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 menjadi US$146,3 miliar dari US$146,5 miliar...

Harga Cabai Rawit Makin Pedas, Tembus Rp 90.050/Kg

BI: Program Ketahanan Pangan Nasional Ikut Berdampak Terjaganya Inflasi September 2026

  ASPEK.ID, JAKARTA - Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso menyampaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada...

Capital Inflow Indonesia Rp4,37 Triliun, Kepercayaan Global Meningkat

BI: Syarat Ekonomi RI Tumbuh 6 Persen pada 2027

ASPEK.ID, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) membeberkan syarat agar pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 6% pada 2027. Salah satu kuncinya adalah...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In