• Latest
  • Trending
BMKG, IKN & TNI AU Modifikasi Cuaca di IKN

BMKG, IKN & TNI AU Modifikasi Cuaca di IKN

Tiga Perempuan Indonesia Paling Berpengaruh di Asia Versi Fortune

Tiga Perempuan Indonesia Paling Berpengaruh di Asia Versi Fortune

Dolar AS Makin Kuat Setelah The Fed Naikkan Suku Bunga

BI: Cadangan Devisa RI US$146,5 Miliar per September 2026 Turun Dibandingkan Agustus

Wapres Gibran Dukung Pengembangan Produk Kreatif Para Wirausahawan Muda

Wapres Gibran Dukung Pengembangan Produk Kreatif Para Wirausahawan Muda

Letjen Iwan Setiawan Gantikan Mohammad Fadjar sebagai Pangkostrad

Letjen Iwan Setiawan Gantikan Mohammad Fadjar sebagai Pangkostrad

Prabowo Sebut Alasan Kumpulkan 800 Pati TNI dan Polri di Istana

Prabowo Sebut Alasan Kumpulkan 800 Pati TNI dan Polri di Istana

Anak Usaha Garuda Ekspansi ke Oman, Dapat Izin Rawat Pesawat 20 Tahun

Anak Usaha Garuda Ekspansi ke Oman, Dapat Izin Rawat Pesawat 20 Tahun

Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ Diputar Saat Mau Pidato, Bahlil Tepok Jidat

Bahlil Bocorkan Tiga Menteri di Bawah Kemenko Hilirisasi

Kejagung Jemput Paksa Kajari Sampang

Kejagung Kerahkan 34 Jaksa Hadapi Sidang Perdana Febrie Adriansyah

Harga Emas Terancam Turun Lagi Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Emas Antam Naik Lagi Hari Ini, Segini Harga 1 Gram

Ada Ancaman Keamanan, Wapres Gibran Mendadak Batal ke Yahukimo Papua

Gibran Hormati Putusan MK Soal Polemik Ijazah

Setelah 35 Tahun, Timnas Indonesia Kembali Jadi Raja Asia Tenggara

Ivar Jenner dan Egy Maulana Vikri Bangga Usai Timnas Indonesia Juara

Garuda Maskapai Penerbangan Dengan Prokes Terbaik Dunia

Garuda-Citilink Tambah Penerbangan Sambut MotoGP Mandalika 2026

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Oktober 8, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

BMKG, IKN & TNI AU Modifikasi Cuaca di IKN

by Aspek
Agustus 23, 2026
in BERITA TERBARU, TEKNOLOGI
BMKG, IKN & TNI AU Modifikasi Cuaca di IKN

 

ASPEK.ID, JAKARTA-  Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Dhomber Balikpapan menyiagakan pesawat Casa NC-212 untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kalimantan Timur. Operasi digelar pada 22 hingga 27 Agustus 2026 di tengah menguatnya El Nino dan menurunnya curah hujan di wilayah tersebut.

 

BacaJuga

Tiga Perempuan Indonesia Paling Berpengaruh di Asia Versi Fortune

BI: Cadangan Devisa RI US$146,5 Miliar per September 2026 Turun Dibandingkan Agustus

Wapres Gibran Dukung Pengembangan Produk Kreatif Para Wirausahawan Muda

Letjen Iwan Setiawan Gantikan Mohammad Fadjar sebagai Pangkostrad

Prabowo Sebut Alasan Kumpulkan 800 Pati TNI dan Polri di Istana

Anak Usaha Garuda Ekspansi ke Oman, Dapat Izin Rawat Pesawat 20 Tahun

Pesawat dari Skadron Udara 4 itu dikerahkan bersama personel dan bahan semai berupa natrium klorida (NaCl). TNI AU bekerja sama dengan Otorita IKN dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk meningkatkan peluang hujan di wilayah sasaran.

 

Komandan Lanud Dhomber Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana mengatakan seluruh unsur pendukung telah dipersiapkan untuk pelaksanaan operasi.

 

“Pada hari ini sudah ada satu BKO pesawat Casa NC-212 Skadron Udara 4 dengan kru yang sesuai dengan perintah untuk mendukung kegiatan operasi modifikasi cuaca mulai dari tanggal 22 Agustus sampai dengan 27 Agustus,” kata Gusti dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).

Kesiapan operasi sebelumnya dibahas dalam briefing koordinasi di Baseops Lanud Dhomber pada Jumat (21/8/2026). Pertemuan tersebut melibatkan unsur TNI AU, Otorita IKN, dan BMKG, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan pesawat serta kesiapan bahan semai.

 

Menurut Gusti, Casa NC-212 memiliki daya tahan terbang sekitar empat jam dan mampu membawa bahan semai hingga 800 kilogram dalam satu penerbangan.

 

“Pesawat kita mampu terbang dengan endurance empat jam sehingga mampu membawa garam sampai dengan 800 kilogram,” ujarnya.

 

Pesawat tersebut akan diterbangkan untuk melakukan penyemaian awan atau cloud seeding ketika BMKG menemukan awan dengan kandungan uap air dan karakteristik yang memenuhi persyaratan.

 

Karena itu, OMC tidak berarti menciptakan hujan dari kondisi langit tanpa awan. Operasi tersebut memanfaatkan awan potensial yang sudah terbentuk di atmosfer, kemudian melakukan intervensi dengan bahan semai untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan.

 

Operasi kali ini dilakukan ketika sebagian besar Kalimantan Timur berada dalam musim kemarau. Analisis BMKG pada dasarian pertama Agustus 2026 menunjukkan 76,5 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau, termasuk sebagian besar wilayah Kalimantan Timur. Sebanyak 90,79 persen wilayah Indonesia juga mengalami curah hujan kategori rendah.

 

BMKG bahkan menempatkan sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur dalam status waspada kekeringan meteorologis. Kondisi tersebut berlangsung bersamaan dengan El Nino yang pada awal Agustus telah mencapai intensitas sangat kuat.

 

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan Djoko Sumardiono mengatakan kondisi kering juga menjadi tantangan dalam pelaksanaan OMC. Sebagian besar wilayah Kalimantan Timur dilaporkan hampir dua pekan tidak mengalami hujan signifikan sehingga jumlah awan potensial yang dapat disemai menjadi terbatas.

 

Menurut Djoko, keberhasilan operasi sangat bergantung pada ketersediaan awan. Dalam kondisi musim kemarau seperti sekarang, peluang keberhasilan OMC secara historis berada di kisaran 30 persen karena awan yang dapat dijadikan sasaran penyemaian lebih sedikit.

 

Tim karena itu harus terus memantau kondisi atmosfer dan pergerakan awan dari waktu ke waktu. Pesawat baru diterbangkan ketika ditemukan awan dengan karakteristik yang memungkinkan bahan semai bekerja secara efektif.

 

 

 

Komentar
Share17Tweet11SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Mantan Ajudan Wapres Gibran Jadi Pangkosek IV

Mantan Ajudan Wapres Gibran Jadi Pangkosek IV

ASPEK.ID, JAKARTA- Marsma TNI Betya menggantikan Marsma TNI Ardi Syahri, S.T., M.M., M.M.A yang memimpin Panglima Komando Sektor IV (Pangkosek...

Gempa 5,9 M Hentak Bengkulu

Gempa M 5,9 Guncang Kepulauan Seribu, Terasa hingga Bogor

ASPEK.ID, JAKARTA - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,9 mengguncang wilayah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada Sabtu (12/9/2026) dini hari....

BMKG Jelaskan Fenomena Dentuman Misterius di Bandung Raya

BMKG Jelaskan Fenomena Dentuman Misterius di Bandung Raya

ASPEK.ID, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan fenomena dentuman misterius yang terdengar di sejumlah wilayah Bandung Raya...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In