ASPEK.ID, JAKARTA – Umat Islam yang sedang melakukan perjalanan jauh atau safar, termasuk mudik, mendapatkan keringanan untuk tidak menjalankan puasa Ramadhan. Keringanan tersebut memiliki dasar yang jelas dalam ajaran Islam.
Hal tersebut disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama (Kemenag), Arsad Hidayat yang dikutip dari laman resmi Kemenag, Selasa (17/3).
Arsad menyebutkan bahwa hal ini merujuk pada Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Baqarah ayat 185, yang memperbolehkan orang sakit maupun musafir untuk tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain.
Meski demikian, Arsad mengingatkan bahwa ada etika yang tetap harus dijaga selama bulan suci. “Sebisa mungkin tidak makan dan minum secara terbuka di hadapan orang yang sedang berpuasa. Itu bagian dari adab dan etika yang perlu dijaga,” ujar Arsad.
Menurutnya, pilihan untuk tetap berpuasa atau tidak saat safar sangat bergantung pada kondisi masing-masing individu. Jika kondisi fisik memungkinkan, berpuasa justru dinilai memiliki nilai keutamaan tersendiri.
“Apabila seseorang masih mampu berpuasa saat mudik, maka itu lebih baik dan memiliki keutamaan tersendiri,” kata Arsad.
Ia menambahkan, hal tersebut juga diperkuat oleh sejumlah riwayat hadis. Salah satunya dari Abu Darda yang menyebutkan bahwa dalam perjalanan yang sangat panas, hanya Rasulullah SAW dan Abdullah bin Rawahah yang tetap berpuasa. Riwayat ini tercatat dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.
Lebih lanjut, Arsad mengingatkan agar para pemudik tidak memaksakan diri jika kondisi tubuh tidak memungkinkan. Ia menekankan bahwa Islam memberikan kemudahan, bukan memberatkan.
“Bagi yang sedang safar lalu tetap berpuasa, itu menjadi keutamaan tersendiri selama tidak menimbulkan kesulitan yang berat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Arsad juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia selama perjalanan, termasuk masjid yang telah disiapkan sebagai tempat istirahat bagi pemudik.
“Kalau dalam perjalanan merasa lelah, jangan dipaksakan. Silakan manfaatkan masjid-masjid yang menjadi bagian dari program Masjid Ramah Pemudik sebagai tempat beristirahat,” kata Arsad. []
























