ASPEK.ID, JAKARTA – Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan perkembangan terbaru terkait sejumlah kapal kargo minyak milik perusahaan yang berada di kawasan teluk di Timur Tengah.
Simon mengungkapkan bahwa dari empat kapal yang sebelumnya berada di wilayah tersebut, dua kapal telah kembali melanjutkan pelayaran dan operasionalnya.
Dua kapal yang sudah beroperasi kembali adalah Paragon dan Rinjani. Menurut Simon, keduanya mengangkut kargo untuk pasar non-captive atau bukan untuk kebutuhan langsung Pertamina.
“Dua kapal tersebut bukan untuk pasar Pertamina. Satu kapal menuju Kenya dan satu lagi menuju India,” ujar Simon dalam konferensi pers Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan dan Idulfitri 2026 di Kantor BPH Migas, Jumat (13/3).
Sementara itu, dua kapal lainnya yakni Pertamina Pride dan Gamsunuro masih berada di kawasan teluk, tepatnya di sekitar Selat Hormuz. Wilayah ini dikenal sebagai jalur strategis perdagangan minyak dunia.
Simon menegaskan bahwa saat ini fokus utama perusahaan adalah memastikan keselamatan seluruh awak kapal yang berada di wilayah tersebut.
Untuk itu, Pertamina terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, guna memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut.
“Kami berharap kondisi di sana segera membaik sehingga kapal-kapal yang membawa kargo dapat melintasi wilayah tersebut dengan aman,” kata Simon.
Di sisi lain, Pertamina juga menyiapkan langkah antisipasi guna menjaga stabilitas pasokan energi dalam negeri. Salah satunya melalui strategi diversifikasi sumber pasokan minyak.
Menurut Simon, selain dari Timur Tengah, perusahaan juga memperluas sumber pasokan dari sejumlah kawasan lain, seperti Afrika dan Amerika.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan minyak dari satu wilayah tertentu sekaligus memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia tetap berjalan lancar.
“Dengan dukungan pemerintah dan berbagai pihak, kami berupaya memastikan pelayanan energi bagi masyarakat tetap aman dan terjaga,” ujarnya. []
























