• Latest
  • Trending
Pertamina Patra Niaga Terus Dorong Penggunaan Energi yang Lebih Baik

Hasil Kajian: Sebagian Besar BBM Bersubsidi Salah Sasaran Bertahun-tahun

RUPST Pertamina Tetapkan Dua Komisaris Baru

Air Sungai Surut, Kalimantan Alami Kelangkaan BBM, Pertamina Pasok Melalui Darat

Wapres Gibran Tinjau Penanganan Karhutla Kalteng

Wapres Gibran: Keselamatan Anak-anak Harus Jadi Prioritas  di Karhutla

Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Kapal Lewat Selat Sunda Diminta Waspada

Basarnas: Helikopter Sulit Cari Jurnalis Hilang karena Asap Anak Krakatau

Pertamina Patra Niaga Terus Dorong Penggunaan Energi yang Lebih Baik

Pertamina Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tidak Naik

Polda Terbitkan SP3 Eggi dan Damai, Jokowi Tunjukan Sikap Negarawan

Eks Jubir KPK Temui Jokowi di Solo

Alasan Helikopter Tak Dikerahkan Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Prabowo Instruksikan Cari 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Alasan Helikopter Tak Dikerahkan Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Media Malaysia Bahas 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Wapres Gibran Tinjau Penanganan Karhutla Kalteng

Wapres Gibran Tinjau Penanganan Karhutla Kalteng

Target 200 Juta Penduduk Punya Buku Bank,  Usia 17 Tahun Otomatis Punya Rekening dan Saldo Rp50 Ribu

BRI dan BSI Siap Buka Rekening Massal

DPR Minta Kejagung Serius Tangani Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan Rp22 T

Anggota DPR Masuk Desil 4, BPS Jelaskan Penyebab

Alasan Helikopter Tak Dikerahkan Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Alasan Helikopter Tak Dikerahkan Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Target 200 Juta Penduduk Punya Buku Bank,  Usia 17 Tahun Otomatis Punya Rekening dan Saldo Rp50 Ribu

Buka Rekening 200 Juta Warga, Pemerintah Siapkan Rp11 Triliun

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, September 11, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Hasil Kajian: Sebagian Besar BBM Bersubsidi Salah Sasaran Bertahun-tahun

by Aspek
Agustus 16, 2026
in BERITA TERBARU, ENERGI
Pertamina Patra Niaga Terus Dorong Penggunaan Energi yang Lebih Baik

[Dok. Pertamina Patra Niaga]

Jakarta –  Hasil kajian NEXT Indonesia Center menemukan puluhan triliun rupiah dana subsidi BBM, gas 3 kilogram, dan solar— mengalir ke masyarakat kaya di Indonesia.

Sejatinya, yang menjadi target penyaluran subsidi termasuk BBM, yakni 40% kelompok dengan pendapatan -ditunjukkan melalui pengeluaran bulanan- terendah. Mereka adalah masyarakat atau rumah tangga yang berada di desil 1-4, yakni masyarakat miskin dan rentan miskin.

 

BacaJuga

Air Sungai Surut, Kalimantan Alami Kelangkaan BBM, Pertamina Pasok Melalui Darat

Wapres Gibran: Keselamatan Anak-anak Harus Jadi Prioritas  di Karhutla

Basarnas: Helikopter Sulit Cari Jurnalis Hilang karena Asap Anak Krakatau

Pertamina Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tidak Naik

Eks Jubir KPK Temui Jokowi di Solo

Prabowo Instruksikan Cari 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

“Namun realisasinya, masyarakat tidak miskin, kelas menengah, maupun kelompok masyarakat kaya pun ikut menikmati,” ungkap Christiantoko, Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center, menyampaikan hasil kajian lembaganya di Jakarta, Sabtu (15/8/2025).

 

Dia menguraikan, dari hasil analisis terhadap data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2024 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) terungkap, potensi salah sasaran untuk BBM merek Pertalite sekitar 1.400 juta liter per bulan. Jumlah itu setara dengan 78,93% dari total 1.774,5 juta liter Pertalite yang dikonsumsi oleh seluruh rumah tangga di Indonesia yang berjumlah 72,7 juta.

Sebagian besar Pertalite itu dinikmati oleh masyarakat dalam kelompok desil 5-10. Tragisnya, kata Christiantoko, 20% keluarga terkaya (desil 9-10) ikut menikmati, yakni rata-rata sekitar 39,99% dari total konsumsi Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) itu.

“Salah sasaran subsidi ini terus terjadi bertahun-tahun. Oleh karena itu pemerintah perlu melakukan evaluasi penyalurannya,” katanya.

 

Kelompok masyarakat desil 9-10 merupakan rumah tangga terkaya, yang menurut data Susenas Maret 2024, memiliki rata-rata pengeluaran per kapita lebih dari Rp2 juta per bulan. Dengan demikian, dia menegaskan, pada periode survei BPS di tahun lalu itu, ada 20% warga terkaya di Indonesia menikmati BBM yang sebagian harganya ditanggung oleh pemerintah.

 

Pertalite adalah Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) yang lahir pada tahun 2022, seperti ditetapkan oleh Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 37.K/HK.02/MEM.M/2022 tentang Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan, menggantikan Premium. Pertalite tidak mendapatkan subsidi.

 

“Kompensasi itu kan, seperti istilah yang digunakan Bank Dunia, merupakan implicit subsidies atau subsidi yang menggunakan istilah berbeda,” ujarnya.

 

Dengan asumsi nilai kompensasi seperti yang diterima oleh Pertamina itu, total BBM jenis Pertalite yang dinikmati oleh 20% kelompok masyarakat terkaya senilai Rp41 triliun atau 39,99% dari total potensi kompensasi yang tidak tepat sasaran. Secara kumulatif, potensi salah sasarannya bernilai Rp81 triliun, yang dinikmati oleh mereka yang bukan masyarakat miskin atau rentan miskin atau yang dalam kelompok desil 5-10.

 

 

Kondisi serupa terjadi pada komoditas LPG 3 kilogram (kg) yang disubsidi. Untuk komoditas ini, ujar Christiantoko, potensi salah sasaran penyalurannya mencapai 67,41%. Sedangkan kelompok masyarakat terkaya yang berada di desil 9-10 yang turut menikmati sekitar 23,66% atau setara dengan 97,9 ribu ton per bulan.

 

“Potensi total salah sasaran untuk LPG 3 kg itu setara dengan Rp57,7 triliun,” katanya.

 

Christiantoko mengingatkan, data yang diungkap BPS itu menunjukkan adanya inefisiensi dalam penyaluran subsidi maupun kompensasi di bidang energi. Masalah ini harus dituntaskan agar dana yang digelontorkan oleh pemerintah lebih tepat sasaran dengan memberikan nilai manfaat yang besar bagi kesejahteraan masyarakat.

 

Komentar
Share10Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Airlangga Pastikan Harga Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026

Warga Desil 9 dan 10 Bakal Dibatasi Beli Pertalite

    ASPEK.ID, JAKARTA  - Masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 berpotensi dilarang membeli Pertalite. Pemerintah masih mengkaji kebijakan...

Prabowo-Bahlil Bahas Tambang Martabe hingga Hilirisasi

Bahlil Pastikan Harga Pertalite dan Solar tak Naik hingga Desember 2026

ASPEK.ID, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak...

Airlangga Pastikan Harga Pertalite Tak Naik hingga Akhir 2026

Konsumsi Pertalite Naik Usai Harga Pertamax Melonjak

ASPEK.ID, JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat konsumsi Pertalite mengalami kenaikan setelah harga bahan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In