• Latest
  • Trending
Disebut Penghasil Sampah Laut Terbesar No 2 Dunia, ‘RI Melawan’

Cemari Pesisir, Awas Ditindak Polsus KKP

China No 2 Terbanyak Miliarder Selama Pandemi Covid

Dolar AS Pagi Ini Menguat ke Rp 17.664

Aturan Baru Penerbangan Dalam Negeri saat Pandemi

Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang hingga 18.00 WIB

Wapres Gibran Minta Maaf kepada Warga yang Masih Tinggal di Huntara Tapsel

Intelektual Apresiasi Kunker Wapres Gibran ke Wilayah Terdampak Bencana Alam

2 Maskapai Malaysia Stop Sementara Penerbangan ke Aceh

382 Jemaah Umrah ke Soekarno-Hatta, Turun di Aceh

Taspen Bayarkan THR ke 3,23 Juta Pensiunan ASN, Ini Komponen yang Diterima

4 Program Utama TASPEN

Garuda Indonesia Masih Layani Penerbangan Domestik

6 Bandara Masih Ditutup hingga 08.59 WIB, Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga

Erick Thohir Puji Penerapan Prokes di Bandara Soetta

Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang hingga Senin

Garuda Indonesia Masih Layani Penerbangan Domestik

Menhub Buka 5 Bandara Alternatif Imbas Erupsi Anak Krakatau

Prabowo: Indonesia akan Bangkit, Tak Ada yang Bisa Membendung

Prabowo Ajak Rakyat Berdoa Terkait Erupsi Gunung Anak Krakatau

AP II Optimis Pulihkan Bisnis Bandara

Penutupan Soetta Diperpanjang Hingga 23.59 WIB

Malaysia Putuskan Bergabung dengan BRICS

PM Malaysia Anwar Ibrahim HP Jokowi, Ini yang Dibicarakan

32 Kloter Penerbangan Garuda Saat Pemulangan Jemaah Haji Delay, Paling Parah 12 Jam

Dampak Abu Anak Krakatau, Jemaah Umrah Tertunda ke Baitullah

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, September 7, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Cemari Pesisir, Awas Ditindak Polsus KKP

by Zamzami Ali
Juni 22, 2020
in EKONOMI
Disebut Penghasil Sampah Laut Terbesar No 2 Dunia, ‘RI Melawan’

Peselancar Indonesia, Dede Surinaya saat sedang beraksi di tengah gulungan ombak yang dipenuhi sampah di perairan Pulau Jawa pada 2012 silam. [Foto: Zak Noyle/ Huffington Post]

ASPEK.ID, JAKARTA – Polisi Khusus Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (Polsus PWP3K) menindak oknum pelaku pencemaran di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat Jum’at (19/6/2020).

Polsus PWP3K adalah salah satu unsur penegak hukum di bawah Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) – Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Pelaku merupakan penjual dan pengumpul ikan yang membuang dagangannya yang mulai membusuk ke wilayah pesisir pantai.

BacaJuga

Dolar AS Pagi Ini Menguat ke Rp 17.664

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 30.000, Jadi Rp 2,64 Juta/Gram

Pabrik BYD di Subang Serap 20 Ribu Tenaga Kerja Lokal

Prabowo Tawarkan 138 Blok Migas ke Rusia

RUPSLB Bank Aceh Berhentikan Syahrul dari Direktur Operasional

BPS Jelaskan Perbedaan Garis Kemiskinan Bank Dunia dan Indonesia

“Jadi oknum penjual dan pengumpul ikan tersebut mengaku ikannya tidak terjual dan tidak dapat dikirim ke wilayah lain karena daerah setempat sedang menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Namun demikian tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan karena menimbulkan pencemaran dan bau busuk yang meresahkan warga sekitar,” ungkap Dirjen PSDKP, Tb. Haeru Rahayu di Jakarta dalam keterangan resminya yang dikutip, Senin (22/6).

Setelah dilakukan pemeriksaan, oknum pelaku pembuangan ikan-ikan busuk tersebut diminta untuk menyiapkan lubang dan kemudian diwajibkan mengumpulkan dan mengubur seluruh ikan busuk tersebut.

“Kami menyadari kondisi darurat COVID-19 ini tentunya menimbulkan dampak yang tidak mudah bagi masyarakat. Oleh karena itu terhadap pelaku yang juga terdampak kondisi ini, kami lakukan tindakan edukasi dan pembinaan agar tetap bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian wilayah pesisir,” ujarnya.

Selain diwajibkan mengubur ikan-ikan busuk yang telah dibuangnya, pelaku juga diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.

“Jadi tidak kita tahan, kita edukasi untuk mengubur ikan-ikannya agar tidak menimbulkan bau dan pencemaran di perairan dan juga kita minta komitmen yang bersangkutan agar tidak mengulangi perbuatannya,” lanjut Tb.

Langkah-langkah pembinaan terhadap nelayan kecil Indonesia merupakan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

Seperti diketahui, saat bertemu nelayan di PPN Palabuhan Ratu, Kamis, 18 Juni, Menteri Edhy menegaskan komitmennya untuk melindungi mereka.

Selain meminta pelabuhan dibuka selama 24 jam untuk memudahkan izin, dia menjamin tak akan ada kriminalisasi nelayan selama melakukan aktivitas penangkapan ikan.

“Jadi, ke depan program kami tidak ada lagi asal memenjarakan nelayan. Selama dia melakukan penangkapan ikan, penangkapan benih, penangkapan apa saja untuk keberlangsungan hidupnya, ekonomi maju, untuk ekonomi wilayah untuk keluarganya untuk masyarakatnya, itu wajib kita jaga dan lindungi,” kata Menteri Edhy.

Menurutnya, merupakan hal wajar apabila nelayan melakukan kesalahan. Terlebih jika mereka tidak mengerti regulasi teknis dari pemerintah. Sebaliknya, dia mengingatkan jajarannya untuk aktif melakukan edukasi dengan cara mendatangi mereka secara langsung.

“Kalau dia (nelayan) tidak ngerti, itu yang salah kita, pejabatnya karena kurang mampu untuk datangin mereka. Kurang mengorbankan waktu untuk datangi mereka,” tegas Menteri Edhy.

Dihubungi secara terpisah, Direktur Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan, Matheus Eko Rudianto menyampaikan bahwa dirinya telah menginstruksikan jajaran Polsus PWP3K untuk melakukan pengawasan secara intensif di Teluk Wondama dan lebih khusus di kawasan Taman Nasional Teluk Cendrawasih (TNC).

”Kami akan terus melakukan langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Tentu ini juga perlu dukungan dari berbagai pihak baik Pemerintah Daerah, aparat terkait lainnya maupun masyarakat,” terang Eko.

Komentar
Share20Tweet13SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

KKP Tangkap 6 Kapal Ikan Ilegal Vietnam di Natuna

KKP Tangkap 92 Kapal Illegal Fishing Selamatkan Kerugian Rp 760 Miliar

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap 92 kapal pelaku illegal fishing sepanjang 2026. Dari penindakan tersebut, pemerintah mengklaim...

Detik-detik Menteri Sakti Trenggono Pingsan di Tengah Upacara Duka

Detik-detik Menteri Sakti Trenggono Pingsan di Tengah Upacara Duka

ASPEK.ID, JAKARTA - Suasana duka mendalam menyelimuti upacara persemayaman dan pemberangkatan tiga jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Politeknik...

Perinus Ekspor Perdana 50 Ton Cakalang ke Jepang

Strategi KKP Tingkatkan Kualitas & Jangkauan Pasar Tuna Indonesia

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadikan peringatan Hari Tuna Sedunia sebagai momentum meningkatkan kualitas dan jangkauan pasar komoditas perikanan tersebut....

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In