ASPEK.ID, JAKARTA – Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono menyebut pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah sepanjang koridor jalan tol, terutama di sekitar akses keluar (exit) Tol Trans Jawa, tercatat lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya.
“Pertumbuhan ekonomi di semua daerah di lintasan, terutama di lintasan-lintasan exit di sepanjang jalan tol Trans Jawa ini, peningkatan perekonomian lebih tinggi dibanding dengan daerah-daerah yang lainnya, sampai dengan satu sampai satu setengah basis point,” ujar Rivan dalam Investor Daily Summit (IDS) 2026 di Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan konektivitas jalan tol memberikan manfaat bagi daerah yang dilalui. Keberadaan tol turut mendukung pengembangan pariwisata, kemunculan usaha baru, serta pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Salah satu indikatornya, meningkatnya konektivitas transportasi antarkota melalui koridor Trans Jawa. Ia menyebut terdapat pertumbuhan hingga 60-80 lintasan baru bus antarkota di jalur tersebut.
“Seluruh tempat-tempat wisata yang dilalui di sepanjang jalan tol ini juga bagus. Jadi ekonomi kerakyatan atau pengembangan ekonomi-ekonomi khusus di UMKM juga bertumbuh dengan sangat baik,” katanya.
Selain mendorong aktivitas ekonomi, Rivan menilai kehadiran jalan tol memberikan kepastian waktu tempuh yang pada akhirnya mendukung efisiensi distribusi logistik.
Ia mencontohkan perjalanan dan pengiriman barang dari Jakarta menuju Surabaya yang kini dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 12 jam.
“Jakarta-Surabaya sudah dipastikan di bawah 12 jam sudah bisa dilakukan pengiriman. Sehingga dengan waktu tempuh yang bagus dan dapat diyakini ukurannya ini menjadikan logistik juga terhubung atau ter-delivery dengan bagus,” ujarnya.
















