ASPEK.ID, JAKARTA – Komisi VII DPR RI menolak usulan revisi anggaran kementerian tahun 2020 yang akan dipakai untuk penanganan virus corona atau Covid-19.
Anggaran Kementerian ESDM awalnya sebesar Rp 9,66 triliun. Kemudian, diusulkan dipangkas menjadi Rp 6,21 triliun. Beberapa proyek anggarannya dipangkas.
Program tersebut meliputi Konverter Kit (Konkit) untuk nelayan yang awalnya disepakati akan dibagikan sebanyak 40 ribu paket, Konkit untuk Petani yang awalnya disepakati akan dibagikan ke Petani sebanyak 10 ribu paket, serta konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg yang awalnya akan dibagikan sebanyak 526.616 paket.
Namun, hal tersebut menuai kritik dari wakil rakyat. Menurut anggota dewan, proyek-proyek tersebut seharusnya tetap berjalan karena bermanfaat bagi rakyat. Pemangkasan anggaran seharusnya diprioritaskan pada program perjalan dinas.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial dalam keterangannya mengatakan bahwa pihaknya akan mengkaji kembali proyek-proyek dan program-program yang tidak efisien.
“Kami akan merevisi lagi anggaran kami terutama yang bisa diefisiensikan. Misalnya, perjalanan dinas dan hal-hal lain yang bisa ditunda tahun depan,” ujar Ego pada Selasa (23/6).
Ego meminta anggota DPR bersedia memberikan waktu kepada Kementerian ESDM untuk menyusun kembali anggaran untuk tahun ini.
“Kami akan lakukan penyisiran, mana yang bisa dihidupkan kembali. Misalnya, sumur bor tetap akan kami laksanakan,” ungkapnya.













