ASPEK.ID, JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (16/9/2026). Mata uang Negeri Paman Sam menguat hingga bergerak di kisaran Rp 17.700 per dolar AS.
Berdasarkan data RTI Bloomberg pada perdagangan pagi, dolar AS naik 0,24% ke posisi Rp 17.737. Posisi tersebut lebih tinggi dibanding penutupan perdagangan Selasa (15/9/2026) yang berada di level Rp 17.694 per dolar AS.
Sementara itu, data RTI Business juga menunjukkan penguatan dolar AS terhadap rupiah. Pada pagi ini, dolar AS tercatat naik 0,23% ke level Rp 17.718.
Dalam sepekan terakhir, mata uang AS tercatat menguat sekitar 0,70% terhadap rupiah, menandakan tekanan terhadap mata uang domestik masih berlanjut.
Di pasar global, pergerakan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya cenderung bervariasi. Dolar AS melemah 0,06% terhadap euro (EUR) dan turun 0,04% terhadap pound sterling (GBP).
Selain itu, dolar AS juga melemah 0,13% terhadap dolar Australia (AUD).
Sebaliknya, dolar AS menguat terhadap yen Jepang (JPY) sebesar 0,12%. Mata uang AS juga naik 0,10% terhadap dolar Kanada (CAD) dan menguat 0,06% terhadap franc Swiss (CHF). []














