ASPEK.ID, JAKARTA – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat terhadap rupiah pada pembukaan perdagangan Senin (28/9/2026). Penguatan ini membuat mata uang Negeri Paman Sam semakin mendekati level psikologis Rp 18.000.
Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS dibuka di posisi Rp 17.961 atau menguat 0,32% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 17.903 per dolar AS.
Pada perdagangan hari ini, pergerakan dolar AS diperkirakan berada di kisaran Rp 17.940 hingga Rp 17.972. Sepanjang tahun 2026, mata uang AS tercatat telah menguat sekitar 7,67% terhadap rupiah.
Di pasar global, pergerakan dolar AS terhadap mata uang utama dunia cenderung bervariasi. Terhadap euro (EUR), dolar AS melemah 0,02%. Pelemahan juga terjadi terhadap pound sterling (GBP) sebesar 0,03% dan dolar Australia (AUD) sebesar 0,04%.
Namun, dolar AS masih menunjukkan penguatan terhadap sejumlah mata uang lainnya. Terhadap yen Jepang (JPY), dolar AS naik 0,28%. Mata uang AS juga menguat 0,08% terhadap dolar Kanada (CAD) dan naik 0,12% terhadap franc Swiss (CHF).
Penguatan dolar AS terhadap rupiah membuat kurs semakin mendekati angka Rp 18.000, yang menjadi salah satu level psikologis penting di pasar valuta asing. []














