• Latest
  • Trending
Dolar AS Makin Kuat Setelah The Fed Naikkan Suku Bunga

Hashim: Rupiah Bisa Rp21.000 per Dolar AS

Ada Ancaman Keamanan, Wapres Gibran Mendadak Batal ke Yahukimo Papua

Pengacara Gibran Perlihatkan Ijazah SD hingga S1 di Sidang PTUN

Foto Lawas Messi dan Bayi Yamal Viral Lagi, Kini Bertemu di Final Piala Dunia

12 Negara Terbanyak Kelahiran & Kematian Warga di Dunia; RI Nomor 6

Gerindra Tetapkan 6 Cagub dari Aceh ke Maluku

Gerindra Sebut Menteri Masuk Daftar Reshuffle

BNPB Hormati OTT KPK, Dorong Asas Praduga Tak Bersalah

KPK: Dana BNPB Dikorupsi Rp 148 Miliar, Kerabat Eks Kepala BNPB Terlibat

Jokowi: Ada Operasi Politik di Balik Isu Ijazahnya dan Gibran

Jokowi: Insya Allah Saya Hadir Jadi Saksi Sidang Roy Suryo

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Polri: 4 Investor Asing Tersangka Karhutla

Dewan Komisaris Astra Terima Honor Rp1,8 Miliar per Bulan

Astra International Bukukan Laba Bersih Rp 21,6 Triliun Selama 9 Bulan

Warga Singapura Olahraga di Mal

Warga Singapura Olahraga di Mal

Bahlil: Impor Minyak dari AS Sudah Berjalan Bertahap

Perpres 107/2026 Tidak Ubah Realitas Pasar Volume Crude Tetap terkunci Ijon

Jokowi Mau RAPBN 2025 Akomodasi Semua Program Prabowo

Pengamat: Rahasia Jokowi di 2019 Berpotensi Ditiru Prabowo untuk Cari Cawapres 2029

RUPST Pertamina Tetapkan Dua Komisaris Baru

Menko Bahlil Dorong Pertamina Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak untuk Genjot Produktivitas

Presiden Negara Ini Tidak Punya Ijazah SMA, 4 Kali Menang Presiden

Presiden Negara Ini Tidak Punya Ijazah SMA, 4 Kali Menang Presiden

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, Oktober 30, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Hashim: Rupiah Bisa Rp21.000 per Dolar AS

by Aspek
Oktober 29, 2026
in BERITA TERBARU, MARKET
Dolar AS Makin Kuat Setelah The Fed Naikkan Suku Bunga

Dolar AS. Foto: Andhika Prasetia/detikFoto

ASPEK.ID, JAKARTA – Ketua Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Hashim Djojohadikusumo menyatakan Rupiah bisa Rp21.000 per Dolar AS jika persoalan transparansi pasar modal yang disorot Morgan Stanley Capital International (MSCI) tidak segera dibenahi.

Adik Presiden Prabowo Subianto itu mengingatkan Rupiah bisa semakin lemah jika investor asing menarik dananya dari pasar saham Indonesia.

“Ini masalah sangat-sangat serius. Kalau investasi luar negeri keluar dari bursa saham kita, Rupiah bisa semakin lemah. Saya sudah hitung bisa jadi Rp20.000 sampai Rp21.000, bahkan ada yang bilang Rp22.000 per Dolar AS,” kata Hashim dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2026 di Jakarta, Kamis, (29/10/2026).

BacaJuga

Pengacara Gibran Perlihatkan Ijazah SD hingga S1 di Sidang PTUN

12 Negara Terbanyak Kelahiran & Kematian Warga di Dunia; RI Nomor 6

Gerindra Sebut Menteri Masuk Daftar Reshuffle

KPK: Dana BNPB Dikorupsi Rp 148 Miliar, Kerabat Eks Kepala BNPB Terlibat

Jokowi: Insya Allah Saya Hadir Jadi Saksi Sidang Roy Suryo

Polri: 4 Investor Asing Tersangka Karhutla

Hashim menuturkan, praktik goreng saham menjadi salah satu persoalan serius yang harus segera dihentikan. Praktik tersebut dinilai dapat merusak kepercayaan investor terhadap pasar modal domestik.

Menurut Hashim, persoalan yang menjadi sorotan antara lain saham dengan porsi kepemilikan publik (free float) terbatas, tetapi memiliki rasio harga saham terhadap laba bersih (Price to Earnings Ratio/PER) yang sangat tinggi.

“Ini adalah kalau free float-nya terpangkas, Price to Earnings Ratio-nya gila-gilaan, tidak masuk akal, ini yang dipersoalkan,” kata Hashim.

Dia menegaskan pelemahan Rupiah berpotensi menambah beban pembayaran utang luar negeri pemerintah dan menimbulkan persoalan serius bagi perekonomian nasional. Untuk itu, Hashim meminta para anggota Kadin tidak ikut terlibat dalam praktik goreng saham yang dapat merusak kredibilitas pasar modal Indonesia.

Hashim menyatakan persoalan ini harus segera dituntaskan agar pelemahan Rupiah tidak berujung pada dampak politik yang merugikan.

“Jangan sampai ini terjadi di Indonesia. Jangan sampai kawan-kawan Kadin ikut dengan praktik-praktik goreng-gorengan. Ini masalah amat sangat serius. Jangan sampai Rupiah jadi Rp21.000, Rp22.000, ini jadi punya dampak politik yang luar biasa negatif,” ajaknya serius.

 

Komentar
Share12Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Cadangan Devisa September 2019 Setara 7,2 Bulan Impor

BI : :Efek MSCI Meluas, Asing Keluar dari Saham

  ASPEK.ID, JAKARTA - Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Hutapea mengatakan tekanan arus modal asing keluar...

Menjaga Mata Lelah karena Layar

Menko Airlangga Bantah Rencana Pemerintah Bagikan HP Gratis ke Warga

  ASPEK.ID, JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan tidak ada rencana pemerintah membagikan handphone (HP) atau...

1.191 Situs Pialang Berjangka Ilegal Diblokir

RI 1: Indonesia Tak Gentar Hadapi Tekanan MSCI

ASPEK.ID, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia tidak gentar menghadapi tekanan dari pihak mana pun, termasuk MSCI, menyusul ancaman...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In