Oleh: Amir Faisal (Founder Perfekto untuk Indonesia)
Menteri BUMN Erick Thohir telah berhasil mengangkat UMKM ke level yang lebih tinggi. Ini merupakan sebuah bukti nyata dari keberhasilan transformasi BUMN yang mampu memberi dukungan penuh terhadap kemajuan UMKM di Indonesia yang otomatis mendongkrak perekonomian nasional.
Gebrakan Erick Thohir untuk UMKM di Indonesia memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia berhasil mengubah paradigma mengenai UMKM, sehingga membuat UMKM lebih percaya diri dan memiliki nilai saing.
Komitmen terhadap kemajuan UMKM ini pula yang menjadi salah satu faktor yang membawa nama Erick Thohir bisa meraih banyak dukungan di bursa cawapres, elektabilitasnya naik signifikan, padahal ia merupakan pendatang baru di wajah perpolitikan maupun pemerintahan.
Berulang kali Erick Thohir dalam beberapa kegiatan selalu berbicara mengenai komitmennya untuk UMKM, dan bukti nyatanya bisa kita lihat dari program dan kebijakan di BUMN yang memberi dukungan penuh untuk UMKM.
Hingga bulan September 2022, nilai belanja produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dilakukan oleh seluruh BUMN telah mencapai Rp 24,5 triliun. Hal ini juga selaras dengan perintah Presiden Joko Widodo yang meminta agar kementerian dan lembaga membeli produk dalam negeri.
Gebrakan Erick Thohir dengan membentuk PaDi UMKM merupakan sebuah terobosan baru dan langkah yang sangat tepat untuk mengkoneksikan UMKM dengan BUMN, sehingga dapat mengoptimalkan efisiensi belanja BUMN pada UMKM.
Menteri BUMN Erick Thohir juga mengubah pandangan mengenai produk-produk UMKM atau produk lokal yang tidak kalah dengan produk dari luar negeri, dengan menjadikan Sarinah sebagai panggung bagi produk UMKM atau produk lokal.
Dia juga mendorong BNI melalui BNI Xpora untuk mendampingi pelaku Usaha Kecil dan Menengah yang ingin meningkatkan kapasitas bisnis menuju go global. Hasilnya produk UMKM berhasil dipasarkan di Al Jabber Gallery, Dubai Mall, Uni Emirat Arab.
BNI Xpora ini memberikan layanan terintegrasi dan pendampingan kepada UMKM agar menjadi lebih produktif (Go Productive), meningkatkan literasi, inklusi, dan kapabilitas digital (Go Digital), serta mampu mengembangkan usahanya hingga menembus pasar global (Go Global).
Komitmen Erick terhadap UMKM ini juga terlihat saat KTT G20, MotoGP bahkan saat pernikahan putra Presiden Jokowi. Erick Thohir benar-benar memanfaatkan moment atau event-event besar untuk menjadi ajang bagi UMKM agar ikut terlibat dan memasarkan produk mereka.
Selain itu, langkah nyata Menteri BUMN Erick Thohir untuk UMKM adalah dengan memberikan kemudahan akses modal bagi para pelaku usaha kecil dan menengah. BUMN melalui Himbara berkomitmen menggelontorkan total KUR hingga Rp 338 triliun atau sebesar 92,4 persen dari total KUR.
Ia memberi solusi untuk UMKM yang sulit mendapatkan akses modal usaha, Erick Thohir melalui PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar) yang sangat membantu perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro yang dikuatkan dengan aktivitas pendampingan usaha dan dilakukan secara berkelompok.
PNM Mekaar bisa dikatakan telah berhasil menjadi jembatan akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha masyarakat, hal ini bisa dilihat dari jumlah penerima pembiayaan yang terus bertambah, hingga 31 Oktober 2022, PNM telah menyalurkan total pembiayaan sebesar Rp 156,79 triliun kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 13,2 juta orang.
Gebrakan Erick Thohir dalam menaikkan kelas UMKM Indonesia menunjukkan bahwa ia menerapkan konsep ekonomi kerakyatan, bukan ekonomi yang berbasis pada oligarki atau kapitalis. Melalui peningkatan UMKM ini maka berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Erick Thohir sangat paham bahwa UMKM merupakan critical engine untuk perekonomian Indonesia, pada tahun 2021 kontribusi UMKM terhadap PDB mencapai 60,5%, dan terhadap penyerapan tenaga kerja 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja nasional.












