ASPEK.ID, JAKARTA – Kepala BPPT Hammam Riza menyebutkan tim gugus tugas BPPT untuk riset inovasi Covid-19 telah siap memproduksi beberapa produk penilaian secara massal.
“Beberapa produk yang digunakan untuk screening seperti tes rapid telah dapat diproduksi secara massal,” ungkap Hammam dalam Rapat Koordinasi (Rakor) daring pengembangan produk produk PCR dan tes rapid dalam negeri yang dipimpin oleh Menko Marves Luhut B. Pandjaitan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) daring pengembangan produk produk PCR dan tes rapid dalam negeri di Jakarta, Jumat (2/10/2020).
Hammam menyatakan bekerja sama dengan PT Prodia, PT Tempo Scan Pasific dan PT Padma , BPPT telah meningkatkan produksi tes rapid hingga lebih dari 2 juta alat per bulan.
“Bila kita ingin memenuhi kebutuhan yang proyeksinya 6 juta per bulan dengan asumsi 200 tes per hari kali 30 hari,” urainya.
Hammam menjelaskan bahwa BPPT telah berhasil membuat alat tes PCR.
“Alat PCR kit yang kita awali bersama pada Maret bersama dengan startup biomolekuler milik Bio Farma sekarang berhasil memasuki generasi yang kedua dengan menggunakan metode multiplex berbeda dengan simulfex karena tingkat akurasi dan kecepatannya,” bebernya.
BPPT dan Bio Farma menurut Hammam telah mampu produksi alat PCR kapasitas 1,5 juta per bulan.












