• Latest
  • Trending

Tahun 2021 Masa Suram Pembangunan Riset Nasional

Hotman Paris Ngaku Ditelepon Prabowo soal Kasus Nadiem

Kasus Laporan Hotman Paris Berlanjut, Polisi Sudah Periksa 10 Saksi

Indonesia-China Teken 3 MoU Senilai Rp 36 Triliun

Akhir Pekan Rupiah Melemah ke Rp 17.979 per Dolar AS

Perusahaan BUMN Ini Buka Lowongan Kerja

BUMN Karya Selesai Bangun 238 Huntara untuk korban Banjir Sumatera

JPU: Bupati Bikin Perusahaan Minta Kepala Dinas Menang Tender

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka

Kejagung Panggil Lagi Febrie Adriansyah, Ancam Jemput Paksa Jika Mangkir

Banjir Terjang Gayo Lues, BPBD Data Korban Terdampak

Banjir Terjang Gayo Lues, BPBD Data Korban Terdampak

Jaksa Agung Lantik Asep Nana Jadi Wakil Jaksa Agung, Kuntadi Resmi Jabat Jampidsus

Jaksa Agung Lantik Asep Nana Jadi Wakil Jaksa Agung, Kuntadi Resmi Jabat Jampidsus

Indonesia Bangun FPSO Terbesar di Asia Tenggara

Indonesia Bangun FPSO Terbesar di Asia Tenggara

PBNU Buka Suara soal Ponpes di Pati Ditutup Permanen

Bupati Lombok Barat Kurban Sapi dari Hasil Suap, PBNU Angkat Bicara

Gempa 5,9 M Hentak Bengkulu

Gempa M 5,4 Guncang Bengkulu, Pusatnya 185 Km dari Pulau Enggano

3 Faktor Proyek MRT Jakarta Fase 2 Bakal Molor

Stasiun MRT Monas dan Thamrin Beroperasi Akhir 2027

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, Juli 24, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Tahun 2021 Masa Suram Pembangunan Riset Nasional

by Zamzami Ali
Januari 1, 2022
in TEKNOLOGI

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menilai sejak tahun 2019 hingga 2021, pembangunan riset dan teknologi nasional menjadi semakin suram, terutama terkait dengan aspek kelembagaannya.

Padahal, lanjutnya, untuk membangun techno-structure kelembagaan riset-teknologi tersebut butuh waktu panjang.

“Perlu waktu yang lama untuk membangun rumah iptek yang kokoh. Tidak semudah merobohkannya,” ujar Mulyanto dalam siaran persnya, Sabtu (1/1/2022).

BacaJuga

Stasiun MRT Monas dan Thamrin Beroperasi Akhir 2027

Mantan ke IT’S Borong Traktor Ampibi hingga Alat Panjat Kelapa

Indonesia Masuk Pendiri Organisasi AI Dunia

Danantara: KAI-INKA Jalin Proses Integrasi Strategis

Bos Agrinas: Harga Pikap Impor 50% Lebih Murah dari Produk Lokal

Komdigi Luncurkan e-Katalog Prangko 2025 Berbasis NFT dan AR

Menurutnya pemerintah harus serius, mendalam dan dengan kepala dingin mengevaluasi persoalan ini bila ingin membangun iptek nasional.

“Cermin suram pembangunan Iptek nampak ketika kita menyaksikan dengan merana, bagaimana si Gatot Kaca N-250, pesawat seratus persen inovasi anak bangsa, diderek menuju museum. Tersayat hati kita melihat drama ini,” tegas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Selain itu, Mulyanto kembali memberi bukti, satu demi satu kelembagaan iptek dibubarkan. Pertama adalah dibubarkannya Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), sehingga tugas perumusan dan koordinasi kebijakan ristek menjadi terbelah antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Berikutnya adalah pembubaran Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN), yang menurut Mulyanto bukan sekadar lembaga penelitian dan pengembangan.

Pasalnya, masing-masing merupakan badan pelaksana tugas pokok ketenaganukliran dan badan penyelenggara keantariksaan dan penerbangan, sebagaimana amanat undang-undang. 

Misalnya, dalam Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, berbunyi: ‘Pemerintah membentuk Badan Pelaksana yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden, yang bertugas melaksanakan pemanfaatan tenaga nuklir’.

Dengan pembubaran BATAN dan LAPAN, pemerintah telah melanggar UU Ketenaganukliran dan UU Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan.

“Kemudian BPPT dan LIPI dibubarkan. Awalnya fungsi pengkajian dan penerapan teknologi dalam BPPT dilebur ke dalam BRIN dalam bentuk OPL (organisasi pelaksana penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan atau litbangjirap), namun terakhir unit kerja ini hilang. Menciut menjadi hanya sekedar OR (organisasi riset). Padahal BRIN, sesuai amanat UU Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sisnas-Iptek bertugas melaksanakan litbangjirap secara terintegrasi dari hulu ke hilir dari invensi sampai inovasi,” tandas Mulyanto.

Tidak hanya itu, sebanyak 44 Balitbang kementerian teknis dibubarkan untuk dilebur ke dalam BRIN. Namun, lanjutnya, yang juga tidak mudah untuk dimengerti adalah dibubarkannya DRN (Dewan Riset Nasional), yang anggotanya terdiri dari para ahli iptek berkaliber internasional dan diganti dengan Dewan Pengarah BRIN, yang diketuai Ketua Dewan Pengarah BPIP dan Ketum Parpol, yang tidak memiliki reputasi di dunia Iptek. 

“Terkesan terjadi politisasi iptek dan dehabibienisasi, yakni dihapuskannya karya kelembagaan teknologi yang hasilkan di era begawan iptek Prof. Dr. BJ Habibie,” pungkas legislator daerah pemilihan Banten III ini.

Komentar
Share20Tweet13SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Foto Anies Masuk Got Diunggah di Medsos

Elektabilitas Anies Naik; Lembaga Riset di Australia

Elektabilitas bakal calon presiden (capres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan merangkak naik mendekati Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto...

Wapres Minta Masyarakat Zona Merah Beribadah Ramadhan di Rumah

Wapres: Dana Riset RI Minim

Wapres Ma’ruf Amin meminta agar anggaran pendidikan dan riset di Indonesia harus ditambahkan. Menurutnya, peringkat Indonesia dalamn ranking Inovasi Global...

Wapres Minta Masyarakat Zona Merah Beribadah Ramadhan di Rumah

Wapres Dorong Institusi Pendidikan dan Riset Jadi Jangkar Ekonomi

Korea Selatan dan Finlandia merupakan dua contoh negara yang memiliki capaian ekonomi gemilang karena berhasil menggabungkan ekonomi berbasis pengetahuan (EBP)...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

Erick Thohir: 65% Dana Pensiun di BUMN Bermasalah

Erick Thohir:  Polusi Udara Masalah Serius, BUMN Tanam 100 Ribu Pohon

Hotman Paris Ngaku Ditelepon Prabowo soal Kasus Nadiem

Kasus Laporan Hotman Paris Berlanjut, Polisi Sudah Periksa 10 Saksi

Indonesia-China Teken 3 MoU Senilai Rp 36 Triliun

Akhir Pekan Rupiah Melemah ke Rp 17.979 per Dolar AS

Perusahaan BUMN Ini Buka Lowongan Kerja

BUMN Karya Selesai Bangun 238 Huntara untuk korban Banjir Sumatera

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In