Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat dan Israel menyusupkan anggota kelompok teroris ISIS (Daesh) ke dalam wilayahnya untuk memicu kekerasan di tengah gelombang protes anti-pemerintah yang berujung maut. Tuduhan tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Abdolrahim Mousavi.
Dikutip dari Anadolu Agency, Rabu (14/1), Mousavi menyebut pengerahan anggota ISIS itu dilakukan setelah kegagalan Washington dan Tel Aviv dalam apa yang ia gambarkan sebagai “perang 12 hari” melawan Iran baru-baru ini.
Menurut Mousavi, para anggota ISIS yang ia sebut sebagai “tentara bayaran” dikirim untuk melancarkan serangan terhadap warga sipil dan personel keamanan, sekaligus menciptakan instabilitas di dalam negeri.
“Iran tidak akan mentolerir pelanggaran kedaulatan atau integritas wilayahnya,” kata Mousavi.
Ia menegaskan, aparat keamanan Iran telah bertindak dengan menahan diri dalam menghadapi aksi-aksi protes yang berlangsung sejak sebulan terakhir. Namun, ia menambahkan, negara tidak akan membiarkan “unsur-unsur teroris” beroperasi di jalanan dan membahayakan keselamatan publik.
Hingga berita ini diturunkan, baik Amerika Serikat maupun Israel belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut.
Iran saat ini tengah diguncang gelombang protes anti-pemerintah yang dipicu memburuknya kondisi ekonomi dan anjloknya nilai tukar mata uang nasional. Nilai rial dilaporkan merosot hingga 145.000 per dolar Amerika Serikat, yang berdampak langsung pada melonjaknya harga kebutuhan pokok.
Sejumlah pejabat Iran sebelumnya juga menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik dukungan terhadap kelompok-kelompok yang mereka sebut sebagai “perusuh bersenjata” di dalam negeri.
Meski pemerintah Iran belum merilis data resmi korban, Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat memperkirakan sedikitnya 646 orang tewas, termasuk aparat keamanan dan demonstran. Lebih dari 1.000 orang lainnya dilaporkan terluka.
HRANA juga mencatat sedikitnya 10.721 orang telah ditahan di 585 lokasi berbeda di seluruh Iran, mencakup 186 kota di 31 provinsi, sejak protes pecah. []
























