ASPEK.ID, JAKARTA – Komisaris Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo telah diusulkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri).
Sebelumnya, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengusulkan lima nama calon Kapolri terhadap Presiden. Kelimanya merupakan jenderal bintang tiga (Komjen).
Mereka adalah Komjen Pol Gatot Edy Pramono (Wakapolri), Komjen Pol Boy Rafly Amar (Kepala BNPT), Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (Kabareskrim), Komjen Pol Arief Sulistyanto (Kalemdiklat) dan Komjen Pol Agus Andrianto (Kabaharkam).
Jika tak ada aral melintang, Listyo akan menjadi Kapolri beragama Nasrani ketiga sepanjang sejarah Republik Indonesia. Diketahui juga, Listyo akan menjadi Kapolri ke-26, menggantikan Kapolri sekarang, Jenderal Pol Idham Azis yang akan pensiun pada Februari mendatang.
Dari 25 Kapolri sebelumnya, mayoritas semuanya beragama Islam. Selain Listyo, Kapolri yang beragama Nasrani adalah Jenderal Pol Soetjipto Danoekoesoemo dan Jenderal Pol Widodo Budidarmo.
Jenderal Pol Soetjipto Danoekoesoemo menjabat pada 30 Desember 1963 hingga 8 Mei 1965 sedangkan Jenderal Pol Widodo Budidarmo menjabat dari 26 Juni 1974 sampai dengan 25 September 1978.
Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud menilai bahwa Presiden Jokowi sudah melakukan pertimbangan yang matang dan pihaknya tak mempermasalahkan calon Kapolri yang non-muslim.
Menurut dia, tiga hal terpenting dalam pengangkatan pembantu Presiden adalah amanah, kafaah dan kifayah. Latar belakang agama tak bermasalah berdasarkan undang-undang dan hukum. Dia memberi contoh,
“Banyak negara-negara Islam yang menunjuk pejabat mereka dari latar belakang non-muslim. Cukup secara pengalaman, kafaah itu cakap. Cakap itu mempunyai segalanya, kepandaian, ilmunya, integritasnya,” katanya kepada wartawan beberapa waktu lalu.























