• Latest
  • Trending
Ini Protokol Lengkap Jika Alami Gejala Covid-19

Mengenal CT Value yang Berbahaya Dalam Diagnosis Covid-19

Menjaga Mata Lelah karena Layar

Menko Airlangga Bantah Rencana Pemerintah Bagikan HP Gratis ke Warga

Luhut Minta BPJS Percepat Pembayaran Klaim Perawatan Pasien Covid-19

DPR Tolak Usulan Luhut Ubah Definisi Korupsi: Melemahkan Pemberantasan Korupsi

Prabowo-Gibran Lawan Kelompok Radikal, Sindir Siapa?

Survei Voxpol: Kepercayaan Publik di Indonesia Timur Terhadap Prabowo-Gibran 63,1 Persen

Asap Melintasi Batas Negara, Hendri Yuzal: ASEAN Harus Jadi Bagian dari Solusi

Asap Melintasi Batas Negara, Hendri Yuzal: ASEAN Harus Jadi Bagian dari Solusi

Jakarta Banjir, Sejumlah Rute Bus Transjakarta Tak Beroperasi

Gubernur Jakarta Gratiskan Transportasi Umum Bagi Pencari Kerja di 2027

Jet Tempur Mendarat di Tol Paspro

Jet Tempur Mendarat di Tol Paspro

Perpres Ditjen Pesantren Rampung, Wamenag Ungkap 5 Direktorat Utama

Istana Ucapkan Hari Santri 2026, Apresiasi Kontribusi Pesantren bagi Bangsa

Dolar Singapura Tembus Rp 14.100, Ringgit Malaysia Rp 4.421

Dolar Singapura Tembus Rp 14.100, Ringgit Malaysia Rp 4.421

Kader PSI Minta Jokowi jadi Ketum PSI

Kader PSI Minta Jokowi jadi Ketum PSI

Kejagung Dikabarkan Geledah Kantor BGN, Aktivitas Perkantoran Lumpuh

BGN Kembalikan Rp 160 M ke Kas Negara

BNPB Hormati OTT KPK, Dorong Asas Praduga Tak Bersalah

TNI Hormati KPK Usut Keterlibatan 2 Prajuritnya dalam Kasus BNPB

Gibran Apresiasi Karya Mahasiswa Rompi Anti Tantrum

Survei Capres, Gibran Masuk Empat Besar

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, Oktober 23, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Mengenal CT Value yang Berbahaya Dalam Diagnosis Covid-19

by Zamzami Ali
Februari 1, 2021
in LIFESTYLE, NEWS
Ini Protokol Lengkap Jika Alami Gejala Covid-19

ASPEK.ID, JAKARTA – Hampir satu tahun lamanya, berita yang beredar didominasi oleh berbagai masalah terkait virus corona jenis baru atau Covid-19. Korbannya setiap saat terus berjatuhan.

Kasus pasien terkonfirmasi positif virus Corona atau Covid-19 di Indonesia hingga Minggu (31/1/2021) bertambah sebanyak 12.001 kasus baru.

Berdasarkan data terbaru di laman Covid19.go.id, jumlah kasus terkonfirmasi positif hingga saat ini telah mencapai 1.078.314 kasus.

BacaJuga

Menko Airlangga Bantah Rencana Pemerintah Bagikan HP Gratis ke Warga

Survei Voxpol: Kepercayaan Publik di Indonesia Timur Terhadap Prabowo-Gibran 63,1 Persen

Asap Melintasi Batas Negara, Hendri Yuzal: ASEAN Harus Jadi Bagian dari Solusi

Gubernur Jakarta Gratiskan Transportasi Umum Bagi Pencari Kerja di 2027

Jet Tempur Mendarat di Tol Paspro

Dolar Singapura Tembus Rp 14.100, Ringgit Malaysia Rp 4.421

Sementara itu, sebanyak 10.719 pasien dinyatakan berhasil sembuh sehingga total pasien sembuh saat ini menjadi 873.221 pasien.

Sedangkan jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia juga bertambah sebanyak 270 orang dan total pasien yang meninggal menjadi 29.998 orang.

Worldometers mencatat hingga Minggu (31/1), Covid-19 telah menginfeksi 103.066.730 orang di seluruh dunia, dimana 74.683.577 orang telah sembuh dan 2.226.548 orang lainnya meninggal dunia

Penyakit yang disebabkan oleh SARS CoV-2 ini, dilaporkan terjadi di seluruh belahan dunia dan menimbulkan pandemi.

Untuk dapat menegakan diagnosis COVID-19, diperlukan pemeriksaan deteksi molekuler yang dikenal sebagai real-time reverse-transcriptase polymerase chain reaction (realtime RT-PCR).

Dalam waktu singkat, sejumlah laboratorium dipersiapkan untuk dapat melakukan pemeriksaan ini dan memberikan laporan hasil yang bervariasi. Sebagian laboratorium mengeluarkan hasil yang bersifat kualitatif yaitu menyatakan positif atau negatif saja.

Sedangkan laboratorium lain memberikan hasil yang tergolong kuantitatif, yaitu dengan menyatakan nominal dari cycle threshold value atau nilai CT.

Sebenarnya, apa sih nilai CT itu?

Berikut penjelasan dari dr. Ardiana Kusumaningrum, Sp.MK, Dokter Mikrobiologi Klinik, RSUI, sebagaimana dilansir dari laman Rumah Sakit Universitas Indonesia (UI), Senin (1/2/2021).

Sebelum mengenal lebih jauh mengenai nilai CT, kita harus memahami bahwa diagnosis COVID-19 dilakukan dengan metode real-time RT-PCR, suatu pemeriksaan molekuler berbasis reaksi rantai polimerase dari sampel klinis pasien.

Sampel yang umumnya diambil adalah swab cairan dari hidung serta tenggorok. Sampel ini dimasukkan ke dalam tabung khusus berisi cairan untuk menjaga kestabilan materi genetik virus (VTM/virus transport media) dan dibawa ke laboratorium.

Selanjutnya sampel akan melalui prosedur ekstraksi, yaitu proses menggunakan kit tertentu untuk mengeluarkan materi genetik virus yang dikehendaki.

Nah, karena virus yang menyebabkan COVID-19 tergolong pada virus RNA, dalam mendeteksi virus ini didahului proses perubahan/konversi dari RNA menjadi DNA. Proses ini difasilitasi oleh enzim reverse transcriptase.

Selanjutnya akan dilakukan perbanyakan (amplifikasi) target materi genetik menggunaan mesin real-time PCR.

Berbeda dengan PCR konvensional, real time PCR menggunakan floresensi sehingga setiap terjadi amplifikasi, akan terbentuk sinyal floresens yang akan ditangkap oleh detektor sepanjang proses PCR berlangsung.

Proses amplifikasi tersebut terjadi berulang-ulang, hingga sekitar 40 siklus, dan sinyal floresens yang dihasilkan akan berbanding lurus/proporsional terhadap amplifikasi yang terjadi.

Pada satu titik, jumlah sinyal floresens pada proses amplifikasi tersebut mencapai nilai minimal untuk dapat diinterpretasikan sebagai hasil positif. Titik tersebut dinamakan cycle threshold value atau nilai CT.

Jadi, apa pentingnya nilai CT ini?

Beberapa jurnal menyebutkan bahwa nilai CT ini berbanding terbalik dengan kemampuan virus untuk menular ke orang lain.

Artinya, semakin tinggi nilai CT, semakin rendah kemungkinan virus untuk menyebabkan infeksi. Pada penelitian tersebut, dilakukan perbandingan antara nilai CT dengan kultur virus dan ditemukan bahwa virus dari sampel yang memiliki nilai CT > 34, tidak menimbulkan infeksi.

Hal ini menyebabkan beberapa dokter menggunakan nilai CT untuk menentukan kemungkinan penularan penyakit lebih lanjut serta menetapkan apakah seseorang perlu melakukan isolasi mandiri lebih lanjut atau tidak.

Namun ternyata, pada jurnal lain, diperoleh nilai CT yang berbeda untuk kondisi tidak menyebabkan penularan lebih lanjut.

Selain itu, perlu juga diperhatikan bahwa nilai CT dihasilkan sangat bergantung dengan beberapa hal teknis, mulai dari metode pengambilan sampel, jumlah materi genetik yang terkandung dalam sampel, metode ekstraksi yang digunakan, serta kit PCR yang dipakai.

Sehingga perlu kehati-hatian dalam menggunakan nilai CT sebagai dasar penanganan pasien. Penggunaan nilai CT dapat bermanfaat apabila dikaitkan dengan berbagai aspek, yang dinilai langsung oleh dokter yang menangani pasien.

Namun, tanpa pertimbangan serta penanganan yang tepat, nilai CT tidak memberikan manfaat yang signifikan dalam tindak lanjut pengobatan. []

Komentar
Share117Tweet73SendShareShare21Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Cara Efektif Cegah Covid-19: Pemeriksaan, Pelacakan, Karantina & Isolasi

Vaksinasi Lengkap Terbukti Kurangi Risiko Terburuk COVID-19 Hingga Kematian

Hasil penelitian dari data sampel rumah sakit rujukan COVID-19, RSPI Sulianti Saroso, terhadap pasien COVID-19 yang dirawat di ICU menunjukkan...

Ini 5 Tingkat Gejala Covid-19

Konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia terus mengalami kenaikan. Data per hari ini (3/2) menunjukkan konfirmasi positif di Indonesia menembus angka...

Varian Covid-19 Delta dari India Terindikasi di Kudus

Analisis Dokter Soal Penyebaran Covid-19 Melalui Udara di Sekolah

Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i menjelaskan bagaimana Covid-19  bisa menular melalui udara. Ia menganalisis kasus Covid-19 di sekolah...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In