ASPEK.ID, JAKARTA – Otoritas Terusan Suez , Mesir menyebutkan total biaya yang dihabiskan untuk membebaskan kapal kontainer raksasa Ever Given yakni sebesar USD1 miliar (Rp14,5 triliun).
“Kami akan melanjutkan penghitungan, menghitung semua dana yang telah kami gunakan sejak hari pertama insiden, biaya penggunaan kapal tunda dan kapal keruk, yang bekerja sepanjang waktu,” kata kepala Administrasi Terusan Suez Osama Rabia, Kamis (1/4/2021).
Rabia menyatakan macetnya lalu lintas Terusan Suez telah merugikan pemerintah Mesir sebesar USD14 juta (Rp203 miliar) per hari.
Untuk saat ini, kapal berbendera Panama milik Jepang yang dioperasikan oleh Taiwan telah ditarik ke Great Bitter Lake, yang berada sekitar setengah jalan melalui kanal yang menghubungkan Laut Mediterania dan Laut Merah.
Kapal Ever Given ditahan sampai penyelidikan lengkap atas insiden tersebut selesai, termasuk pemeriksaan keselamatan lambungnya, yang bagian depannya bersarang di tepi timur kanal.
Kapal itu telah melakukan perjalanan dari China ke Belanda sebelum insiden di Terusan Suez terjadi.
Rabia mengatakan kru Ever Given belum menyerahkan kotak hitam kapal dan dokumen lainnya ke Kairo sebagai bagian dari penyelidikannya.






















