ASPEK.ID, DHAKA – Mirza Fakhrul Islam Alamgir resmi dilantik sebagai Presiden Bangladesh dalam upacara kenegaraan yang digelar di Banghabhaban, kediaman resmi presiden di Dhaka, Jumat kemarin. Ketua sementara parlemen Bangladesh, Kaiser Kamal, memimpin pengucapan sumpah jabatan tersebut.
Dilansir dari Anadolu, Sabtu (22/8/2026), disebutkan bahwa pelantikan Fakhrul dihadiri Perdana Menteri Tarique Rahman, jajaran kabinet, serta anggota parlemen dari partai pemerintah maupun oposisi.
Usai mengucapkan sumpah jabatan, Fakhrul langsung memimpin pelantikan enam anggota baru kabinet PM Tarique Rahman. Enam pejabat itu terdiri atas empat menteri dan dua menteri negara.
Dengan perombakan tersebut, kabinet pemerintahan Tarique Rahman kini beranggotakan 51 menteri. Susunan terbaru kabinet diumumkan melalui lembaran negara yang diterbitkan pada Sabtu.
Fakhrul, yang merupakan pemimpin Partai Nasional Bangladesh (BNP), terpilih sebagai Presiden Bangladesh ke-23 untuk masa jabatan lima tahun. Dalam pemungutan suara tidak langsung di parlemen pada Kamis, ia mengalahkan Kolonel (Purn.) Oli Ahmed yang diusung kubu oposisi pimpinan Partai Jamaat-e-Islami.
Dalam pemilihan itu, Fakhrul memperoleh dukungan 255 anggota parlemen. Sementara Oli Ahmed meraih 88 suara. Enam anggota parlemen memilih abstain dan satu kursi parlemen masih kosong.
Parlemen Bangladesh terdiri atas 300 kursi anggota parlemen yang dipilih langsung, ditambah 50 kursi khusus untuk anggota legislatif perempuan.
Pemilihan presiden kali ini menjadi momen bersejarah karena merupakan kontestasi pertama dalam 35 tahun. Selama lebih dari tiga dekade terakhir, jabatan presiden selalu diisi tanpa adanya calon penantang dari oposisi.
Fakhrul yang kini berusia 78 tahun dikenal sebagai tokoh senior BNP. Ia menjadi pemimpin de facto partai ketika Khaleda Zia dipenjara, sementara Tarique Rahman menjalani pengasingan di Inggris selama 17 tahun, termasuk sepanjang 15 tahun pemerintahan Perdana Menteri Sheikh Hasina.
Jabatan presiden sebelumnya dipegang Mohammed Shahabuddin yang terpilih pada masa pemerintahan Liga Awami pimpinan Sheikh Hasina. Shahabuddin mengundurkan diri pada 24 Juli lalu dengan alasan kesehatan, dua tahun sebelum masa jabatannya berakhir.
Seusai pengunduran diri Shahabuddin, Ketua Parlemen Hafiz Uddin Ahmed menjalankan tugas sebagai presiden sementara hingga Fakhrul resmi dilantik. []













