• Latest
  • Trending

Optimistis Ekonomi RI Tumbuh Membaik

Warga Kalimantan Sujud Syukur Saat Hujan Setelah 5 Bulan Kemarau

Warga Kalimantan Sujud Syukur Saat Hujan Setelah 5 Bulan Kemarau

22 Napi Tipikor Berpotensi Bebas, Ada OC Kaligis, Setnov hingga Sejumlah Kepala Daerah

KPK Usul Aset Pejabat yang Tak Tercantum di LHKPN Bisa Dirampas

Rupiah Bangkit di Tengah Gejolak Global, BI Ungkap Kuncinya

Senin ini Rupiah Diprediksi Loyo Karena Faktor ini

Wali Kota New York Pasang Semprotan Air di Toilet sebagai Ganti Tisu

Wali Kota New York Pasang Semprotan Air di Toilet sebagai Ganti Tisu

OTT KPK, Wahyu Setiawan Berharta Rp 12,8 Miliar

Komisioner KPU-Bawaslu Diusulkan Ditambah

Hari ini Lalin Bundaran HI  Dialihkan ke Patung Kuda

Gubernur DKI Renovasi Bundaran HI hingga Semanggi Tanpa APBD

Tiga Alarm yang Menguji Keseriusan Negara

NASA Beri Peringatan Khusus Karthula di Ri

Bank Emas Mau Berdiri, Ini Analisa Pengamat

Warga Dunia Simpan Emas di Singapura Sebanyak 800 Ton

Anggota VI BPK RI Fathan Subchi Wafat dalam Usia 56 Tahun

Anggota VI BPK RI Fathan Subchi Wafat dalam Usia 56 Tahun

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Alasan Investor Global Lirik RI

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Optimistis Ekonomi RI Tumbuh Membaik

by Zamzami Ali
April 18, 2021
in EKONOMI

ASPEK.ID, JAKARTA – International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 dari 4,8% menjadi 4,3%.

Meskipun IMF merevisinya, Indonesia melalui Menkeu Sri Mulyani masih tetap optimistis proyeksi pertumbuhan ekonomi di kisaran 4,5 persen-5,3 persen.

Masih optimistisnya Sri Mulyani, menteri yang menangani fiskal negara ini, adalah hal wajar. Apalagi sikap optimistis itu juga didukung oleh data, seperti Purchasing Managers’ Index (PMI) yang terus membaik, defisit fiskal yang masih bisa dijaga sehingga kontraksi tidak terlalu dalam.

BacaJuga

Di Harvard University, JK Sebut Empat Tekanan Ekonomi RI

Kajian INDEF: Tiga Jalur Guncangan Global Mengancam Ekonomi Indonesia

Prabowo: Filosofi Ekonomi Indonesia Sudah Melenceng dari UUD 1945

Survei Kadin: Minat Pengusaha Berinvestasi Semakin Melemah

Menko Airlangga Bantah Rencana Pemerintah Bagikan HP Gratis ke Warga

Gubernur Jakarta Gratiskan Transportasi Umum Bagi Pencari Kerja di 2027

Selain tetap berlangsungnya bantuan ke masyarakat dan dunia usaha, tetap terjaganya pencegahan wabah pandemi dengan fokus lebih mengetatkan tracing, treatment, dan testing (3T), dan semakin masifnya pelaksanaan vaksinasi ke masyarakat.

Sejumlah stimulus itulah yang mendorong terjadinya guratan-guratan positif perekonomian Indonesia dan mulai tampak jelas meski wabah corona belum berakhir.

Di awal tahun, empat lembaga ekonomi kredibel dunia–Bank Dunia, OECD, Fitch Ratings, dan IMF–menyampaikan prediksi optimistis atas ekonomi Indonesia pada 2021 dan 2022. Misalnya, Bank Dunia memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh 4,4 persen sepanjang 2021.

“Semua prediksi pertumbuhan ekonomi termasuk dari IMF merupakan perkiraan yang berdasarkan dengan ketidakpastian,” ujar mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu sebagaimana dilansir Indonesia.go.id.

Senada dengan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo pun berkeyakinan ekonomi Indonesia bisa tumbuh 4,8 persen-5,3 persen.

Sinergi Pemerintah

Pada kesempatan itu, Perry Warjiyo juga menyatakan kegembiraannya atas kuatnya sinergi pemerintah, bank sentral, dan otoritas terkait. Oleh karena itu, situasi ekonomi di tengah pandemi Covid-19 bisa ditangani secara bersama dan koordinatif.

Pernyataan senada juga disampaikan Sri Mulyani. Menurutnya, pemerintah sangat fleksibel untuk terus menyesuaikan berbagai kebijakan untuk mendorong ekonomi tetap tumbuh sesuai target.

“Ya benar, ekonomi tahun ini asumsinya macam-macam, vaksinasi, gelombang ketiga, dan lain-lain,” ujar Sri Mulyani dalam acara Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional – Temu Stakeholders, Jumat, (9/4/2021).

Menkeu Sri pun menceritakan kisah sukses bahwa berbagai penyesuaian kebijakan sudah cukup berhasil menahan agar kontraksi pada 2020 tidak terlalu dalam.

“Kalau negara lain bisa minus 8-9 persen, kita hanya minus 2 persen,” katanya.

Situasi ini yang terus diakselerasi di 2021. Pemerintah akan tetap fokus di bidang kesehatan terutama vaksin serta tracing, treatment, dan testing. Agar sektor riil berjalan, pemerintah pun tetap memberikan bantuan kepada masyarakat dan dunia usaha.

Misalnya, program pemulihan ekonomi nasional berupa pos dukungan bagi UMKM dan korporasi senilai Rp186,81 triliun. Demikian pula, insentif perpajakan untuk dunia usaha juga diberikan Rp53,86 triliun.

Harapannya, sejumlah insentif itu mendorong segera terjadinya pemulihan. Pemerintah menargetkan kuartal kedua ini, dunia usaha bisa rebound.

Indikasi mulai bergeraknya sektor riil juga terpantau oleh Bank Indonesia. Menurut bank sentral itu mengutip hasil survei kegiatan dunia usaha (SKDU), kegiatan dunia usaha pada kuartal I/2021 mulai terakselerasi dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Bank Indonesia mencatat, nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada kuartal I/2021 sebesar 4,5 persen, membaik dari -3,9 persen pada kuartal IV/2020.

“Peningkatan didorong oleh kinerja sejumlah sektor yang telah positif, antara lain, sektor pertambangan dan penggalian dengan SBT 2,93 persen, sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan dengan SBT 0,96 persen, serta sektor industri pengolahan 0,83 persen,” tulis Bank Indonesia dalam laporannya, Rabu (14/4/2021).

Bagaimana dengan perilaku konsumen, apakah dengan adanya wabah Covid-19 mempengaruhi perilaku mereka? Setelah setahun berlalu dan wabah masih marak berlangsung, Bank Indonesia memotret ternyata keyakinan konsumen Indonesia semakin membaik, sudah hampir masuk zona optimistis.

Menurut laporan bank sentral itu, kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tidak membuat konsumen kehilangan harapan akan prospek perekonomian.

Indikator itu bisa terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode Maret 2021 berada di 93,4. Meningkat dibandingkan dengan 85,8 dan 84,9 pada Februari dan Januari 2021 dan mencatat rekor tertinggi sejak Desember 2020.

Meski masih di bawah 100, tetapi terlihat IKK dalam tren meningkat. Jika keyakinan ini bisa dijaga, atau bahkan ditingkatkan, maka bukan tidak mungkin pada bulan-bulan mendatang sudah bisa menembus level 100.

IKK terdiri dari dua sub-indeks besar yaitu Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). Pada Maret 2021, IKE memang masih cukup jauh di bawah zona optimistis yaitu 72,6. Namun jauh lebih baik ketimbang posisi Februari 2021 yang berada di 65,1.

“Responden menyampaikan bahwa perkembangan program vaksinasi dalam rangka penanganan pandemi Covid-19 yang berjalan lancar turut mendorong penguatan persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi,” sebut laporan BI.

Perbaikan IKE terutama disumbangkan oleh Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja yang naik 11,8 poin. Artinya, konsumen berpandangan bahwa mencari kerja saat ini sudah lebih mudah meski angkanya masih cukup jauh dari level optimistis.

Walau pandangan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini masih pesimistis, tidak dengan ekspektasi ke depan yang tecermin dari IEK. Pada Maret 2021, IEK tercatat 114,1, jauh membaik dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 106,5.

Harapannya, tren yang sudah mulai menunjukkan pemulihan itu terus bergerak yang lebih baik. Cukup sudah derita ekonomi minus terjadi tahun lalu. Kini saatnya, semua komponen masyarakat bersama pemerintah bergandeng tangan untuk ikut menggerakkan lesu darah ekonomi menjadi lebih bergairah lagi.

Komentar
Share13Tweet8SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

RI Beli LPG dari Abu Dhabi Senilai Rp28 T

Kajian INDEF: Tiga Jalur Guncangan Global Mengancam Ekonomi Indonesia

ASPEK.ID, JAKARTA– Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eisha M Rachbini, Ph.D., menegaskan bahwa ekonomi Indonesia...

Prabowo: Prestasi 2 Tahun Pemerintah Perlu Kita Banggakan Tidak Boleh Sombong

Prabowo: Filosofi Ekonomi Indonesia Sudah Melenceng dari UUD 1945

ASPEK,ID, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menilai filosofi ekonomi Indonesia selama ini sudah menyimpang dari amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945....

Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

2 Tahun Prabowo-GIbran: Masalah Ekonomi Picu Ketidakpuasan Publik

  ASPEK.ID, JAKARTA– Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro menyajikan hasil survei kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In