ASPEK.ID, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada awal perdagangan Selasa (15/9/2026). Setelah dibuka menguat di zona hijau, IHSG berbalik melemah hingga turun ke bawah level 6.500 seiring pasar merespons pergantian Menteri Keuangan.
Berdasarkan data RTI pada pukul 09.02 WIB, IHSG berada di posisi 6.488,56 atau turun 46,12 poin (0,71%). Padahal saat pembukaan perdagangan, indeks sempat menguat ke level 6.544,77.
Selama sesi awal perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.482,36 sebagai level terendah dan 6.549,60 sebagai level tertinggi.
Aktivitas transaksi juga terpantau cukup ramai. Volume perdagangan mencapai 1,43 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 951,83 miliar dari 92.264 kali transaksi.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 191 saham menguat, 217 saham melemah, sedangkan 252 saham lainnya bergerak stagnan.
Secara mingguan, IHSG masih mencatat pelemahan sekitar 2,98%. Namun, dalam periode satu bulan indeks masih menguat 1,33%, sementara dalam tiga bulan terakhir kenaikannya mencapai 10,21%.
Sempat Anjlok Sebelum Ditutup Menguat
Pada perdagangan Senin (14/9), IHSG sempat tertekan lebih dari 2% menjelang penutupan. Namun, indeks berhasil memangkas pelemahan bahkan berbalik menguat setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai pergantian Menteri Keuangan mendapat respons yang cenderung positif, meski tidak memicu euforia di pasar.
Menurut Nafan, Suahasil merupakan figur yang sudah dikenal pelaku pasar karena sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan. Hal itu dinilai memberi sinyal keberlanjutan kebijakan fiskal pemerintah.
Ia mengatakan investor kini lebih mencermati kepastian dan konsistensi kebijakan fiskal setelah pergantian menteri, terutama terkait pengelolaan APBN, defisit anggaran, penerimaan negara, belanja pemerintah, hingga koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.
Nafan juga menilai penguatan IHSG pada penutupan perdagangan Senin tidak sepenuhnya dipicu reshuffle kabinet. Menurutnya, sentimen global seperti ketegangan geopolitik dan pergerakan harga minyak masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar, sementara pergantian Menteri Keuangan menjadi sentimen domestik yang membantu meredam tekanan tersebut.
Reshuffle Dinilai Pulihkan Kepercayaan Investor
Pandangan serupa disampaikan pengamat pasar modal Elandry Pratama. Ia menilai pengangkatan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan memberikan kepastian terhadap arah kebijakan fiskal sehingga risiko perubahan kebijakan secara drastis dinilai lebih kecil.
Menurut Elandry, rebound IHSG menjelang penutupan perdagangan Senin menunjukkan minat investor terhadap aset berisiko mulai pulih setelah ketidakpastian politik mereda.
Ia menilai penguatan indeks menjadi sinyal awal bahwa pasar menyambut positif transisi kepemimpinan di Kementerian Keuangan yang berlangsung relatif mulus, sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap kesinambungan kebijakan ekonomi pemerintah. []














