ASPEK.ID, JAKARTA – Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengatakanbahwa reshuffle kabinet dilakukan untuk menuntaskan visi dan misi menuju Indonesia Maju.
Kabinet Indonesia Maju dilengkapi dengan misi Nawacita serta lima prioritas kerja (pancakarya), yaitu pembangunan sumber daya manusia; pembangunan infrastruktur; penyederhanaan regulasi; penyederhanaan birokrasi; dan transformasi ekonomi.
Hal itu termasuk mewujudkan ibu kota negara baru di Bukit Sepaku, Penajam, Kalimantan Timur, melaksanakan UU Cipta Kerja, dan menuntaskan vaksinasi gratis Covid-19.
“Kabinet Indonesia Maju bersama-sama sebagai kesatuan tim kerja akan menuntaskan visi sekaligus legacy Presiden Joko Widodo dan Wapres Maruf Amin, yaitu terwujudnya Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian, serta berlandaskan gotong royong,” kata Fadjroel dalam siaran resminya di Jakarta, Kamis (24/12).
Sebelumnya, Presiden Jokowi telah melanntik enam menteri dan lima wakil menteri untuk bergabung dalam kabinet pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin yang akan menyelesaikan masa baktinya hingga 20 Oktober 2024.
Reshuffle pertama pada periode kedua kepresidenannya ini, mengangkat enam menteri, yaitu Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.
Sedangkan lima wakil menteri yang dilantik yaitu, Wamen Hukum dan HAM Edward Omar Syarif Hiariej, Wamen Pertahanan Letjen TNI Herindra, Wamen Kesehatan dr. Dante S. Herbuwono, Wamen BUMN Pahala M. Mansury, dan Wamen Pertanian Harvick Hasnul Qolbi.






















