ASPEK.ID, JAKARTA – Pemerintah memasang target ambisius dalam menarik investasi pada tahun ini. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM membidik realisasi investasi sebesar Rp2.175,2 triliun, melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan capaian 2025 yang tercatat Rp1.095,6 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menegaskan, lonjakan investasi tersebut diharapkan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
“Diharapkan dengan investasi ini yang masuk kita bisa mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 6% sehingga inilah kontribusi yang diharapkan dari Kementerian investasi-investasi dalam rangka pencapaian pertumbuhan yang baik,” ujar Rosan saat rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Selasa (3/2).
Untuk mengejar target tersebut, BKPM menyiapkan delapan program prioritas. Salah satu yang menjadi fokus utama adalah pembenahan sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik (Online Single Submission/OSS).
“Ini memang adalah hal yang kita harus prioritaskan karena ini adalah ujung tombak kita dari OSS ini,” kata Rosan.
Ia mengakui, kinerja OSS selama ini masih menjadi sorotan karena dinilai lambat. Menurutnya, pembaruan sistem menjadi keharusan mengingat OSS kini mengintegrasikan berbagai layanan perizinan lintas sektor.
“Sangat lambat karena sekarang kita mengintegrasikan secara full ya tentunya ini kalau ini sudah berjalan dengan baik tentunya akan sangat meningkatkan kredibilitas akselerasi dan juga kepastian dari perizinan yang ada,” jelasnya.
Selain OSS, BKPM juga menyiapkan Rencana Aksi Nasional Hilirisasi Investasi Strategis (HIS) beserta implementasi peta jalannya. Program ini diarahkan untuk mendorong nilai tambah sumber daya alam sekaligus menarik investor jangka panjang.
Langkah lain yang ditempuh adalah penyiapan Investment Project Ready to Offer (IPRO), khususnya untuk proyek-proyek unggulan di daerah. BKPM juga akan memperkuat pemasaran peluang investasi berbasis wilayah sesuai keunggulan masing-masing daerah dan sektor.
Tak hanya itu, kemudahan dan percepatan perizinan berusaha, pelayanan serta pendampingan investor, hingga fasilitasi penyelesaian hambatan realisasi investasi menjadi bagian dari strategi utama. Pengawasan investasi juga akan diperkuat melalui pendekatan berbasis risiko.
Di level global, Rosan menyatakan BKPM akan memperluas kerja sama internasional dengan negara dan mitra strategis, sekaligus mendorong peningkatan iklim investasi nasional agar semakin kompetitif di tengah persaingan global. []
























