• Latest
  • Trending

Rupiah Lebih Baik Dibanding Ringgit, Rupee, & Baht

Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR 2026, Jokowi Hadir

Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR 2026, Jokowi Hadir

Banggar DPR Tolak Pangkas Subsidi BBM

Ada Hadiah Kemerdekaan di 24 SPBU, Ini Syarat Ikut Promo MyPertamina

Krakatau Steel Resmi Luncurkan Logo Baru

Peneliti Apresiasi Danantara Sukses Restrukturisasi Krakatau Steel dan Kimia Farma

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

Hari ini Prabowo Pidato Sampaikan RUU APBN 2027-Nota Keuangan

Butik Emas Logam Mulia Surabaya 1 Pindah Alamat

Purbaya Ungkap Penyebab Penyelundupan Emas Makin Ramai

Kartika Wirjoatmodjo Jadi Komut Mandiri, Chatib Basri Wakomut

Bank Dorong UMKM Naik Kelas, Penyaluran KUR Rp169 Triliun

Prabowo Dorong Produksi Motor Listrik Nasional Hingga 2 Juta Unit

Prabowo Dorong Produksi Motor Listrik Nasional Hingga 2 Juta Unit

Barata Indonesia Kirim Reaktor B100 ke Kalsel Dukung EBT Nasional

Barata Indonesia Kirim Reaktor B100 ke Kalsel Dukung EBT Nasional

China No 2 Terbanyak Miliarder Selama Pandemi Covid

Utang Pemerintah Rp10.000 Triliun, Apakah Masih Aman?

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Periksa Anggota DPRD DKI Bebizie di Kasus TPPU Korupsi Batu Bara

Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

Danantara Taksir Pasar Motor Listrik RI Rp 3.036 Triliun

5 Agenda RUPSLB BRI, Kamis 21 Januari

BRI Salurkan KUR Rp103 T ke 2 Juta Debitur

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, Agustus 14, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Rupiah Lebih Baik Dibanding Ringgit, Rupee, & Baht

by Aspek
November 3, 2022
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, MARKET

Pemerintah menyebut nilai tukar rupiah lebih baik dibandingkan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang. Tercatat per Oktober 2022 nilai tukar rupiah terdepresiasi 8,62 persen secara tahunan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan depresiasi rupiah relatif lebih baik jika dibandingkan di India, Thailand, dan Malaysia.

BacaJuga

Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR 2026, Jokowi Hadir

Ada Hadiah Kemerdekaan di 24 SPBU, Ini Syarat Ikut Promo MyPertamina

Peneliti Apresiasi Danantara Sukses Restrukturisasi Krakatau Steel dan Kimia Farma

Hari ini Prabowo Pidato Sampaikan RUU APBN 2027-Nota Keuangan

Purbaya Ungkap Penyebab Penyelundupan Emas Makin Ramai

Bank Dorong UMKM Naik Kelas, Penyaluran KUR Rp169 Triliun

“Hal ini masih relatif lebih baik dibandingkan depresiasi sejumlah mata uang di sejumlah negara berkembang,” ujarnya saat konferensi pers virtual, Kamis (3/11/2022).

Sri Mulyani merinci India rupee mengalami depresiasi 10,2 persen, Malaysia ringgit mengalami depresiasi 11,8 persen, dan Thailand baht di 12,23 persen. Hal ini menunjukan depresiasi rupiah lebih baik dibandingkan negara-negara berkembang lainnya.

“Hal tersebut konsisten dengan persepsi terhadap prospek perekonomian Indonesia yang masih tetap positif,” ucapnya disadur dari Republika.

Menurut dia, tren depresiasi nilai tukar yang terjadi di negara-negara berkembang dipicu oleh menguatnya dolar AS akibat adanya kebijakan moneter yang diadopsi Federal Reserve atau The Fed. “Serta meningkatnya ketidakpastian keuangan global akibat pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif terutama di Amerika Serikat,” ucapnya.

Adapun neraca transaksi modal dan finansial diprediksi masih  ditopang oleh realisasi positif dari penanaman modal asing (PMA). Per September 2022, posisi cadangan devisa juga masih tetap kuat level 130,8 miliar dolar AS atau setara dengan 5,9 bulan impor.

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi (3/11/2022) melemah 16 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp 15.663 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.647 per dolar AS.

Komentar
Share40Tweet25SendShareShare7Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Dolar AS Kembali Tembus Rp 18.000, BI Siapkan Jurus Perkuat Rupiah

Jakarta - Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah pelemahan mata uang garuda terhadap dolar...

Siapa pun Gubenur BI Sulit Bikin Rupiah Perkasa

Jakarta - Pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo terjadi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah. Pada Senin (27/7) pagi,...

5 Faktor Rupiah Terus Menguat pada 2023

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis rupiah akan terus menguat ke depannya. Hal ini seiring dengan perbaikan ekonomi Indonesia...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In