ASPEK.ID, JAKARTA – Status Pos Pantau Pintu Air Angke Hulu sempat mencapai Siaga 1 pada Selasa (5/5) dini hari akibat kenaikan tinggi muka air (TMA). Namun, kondisi berangsur membaik pada pagi hari.
Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, per pukul 10.00 WIB, status di Pintu Air Angke turun menjadi Siaga 2 dengan ketinggian air 280 sentimeter. Penurunan ini sudah terjadi sejak sekitar pukul 07.00 WIB seiring menyusutnya debit air.
Sebelumnya, pada pukul 00.00 WIB, tinggi muka air tercatat mencapai 350 cm dengan status Siaga 1. Angka ini meningkat dari pukul 20.00 WIB malam sebelumnya yang berada di level 320 cm.
Kenaikan signifikan ini dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sejak Senin (4/5) petang. Kondisi cuaca mendung turut memperparah peningkatan debit air di sejumlah aliran sungai.
BPBD DKI Jakarta mengimbau warga, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi guna menghindari dampak banjir.
Di sisi lain, luapan Kali Angke juga berdampak pada permukiman warga di kawasan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Ratusan rumah di RT 12 dan RT 16 RW 04 terendam banjir dengan ketinggian mencapai 50-60 cm.
Pantauan di lokasi pada Selasa pagi menunjukkan air sudah masuk ke dalam rumah warga. Aktivitas warga pun terganggu, termasuk anak-anak sekolah yang harus digendong orang tuanya untuk melewati genangan.
Sebagian warga memilih bertahan di rumah sambil memantau kondisi air. Sementara itu, kendaraan roda dua dipindahkan ke tempat lebih tinggi untuk menghindari kerusakan.
Seorang warga, Sunaryo, menyebut banjir terjadi akibat hujan deras sejak malam sebelumnya.
“Hujan deras semalam, Kali Angke naik (meluap),” kata Sunaryo.
Ia mengatakan genangan tersebut sudah menjadi langganan di wilayahnya.
“Langganannya ya dua RT ini,” ujarnya.
BPBD DKI Jakarta mencatat sejumlah sungai di Ibu Kota meluap akibat curah hujan tinggi, di antaranya Kali Krukut, Kali Grogol, Kali Mampang, Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Keuangan, hingga Kali Ciliwung.
“Penyebab curah hujan tinggi yang mengakibatkan Kali Krukut, Kali Grogol Mampang, Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Keuangan, Kali Mampang dan Kali Ciliwung meluap, sehingga merendam permukiman warga,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Marulitua Sijabat.
Data terakhir menunjukkan sebanyak 115 RT dan empat ruas jalan di Jakarta Barat, Timur, dan Selatan masih terendam banjir hingga Selasa pagi. []
























