• Latest
  • Trending
Sistem Pengolahan Limbah Medis Perlu Diperbaiki

Sistem Pengolahan Limbah Medis Perlu Diperbaiki

Alasan Investor Global Lirik RI

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

Cadangan Devisa September 2019 Setara 7,2 Bulan Impor

BI : :Efek MSCI Meluas, Asing Keluar dari Saham

Jusuf Kalla: 10 Orang Kaya, 1 Muslim

Jusuf Kalla: Saya Justru Bela Jokowi

Kader PSI Minta Jokowi jadi Ketum PSI

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Bogor di Sentul International

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

Warga Tiongkok, Myanmar, Thailand, & Malaysia Terlibat di Pabrik Sabu di Aceh

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Faktor BNPB Belum Rekomendasi Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Kemenag Akan Ajak Pegawai Bersarung dan Berpeci

Kemenag Akan Ajak Pegawai Bersarung dan Berpeci

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla

Parlemen Malaysia Tegur Prabowo Pakai Bahasa Jawa Kasar

Intelektual Dukung Prabowo Copot Menteri Haji

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

DPR: Apresiasi Kepemimpinan Kapolri Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Ketamin

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Oktober 25, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Sistem Pengolahan Limbah Medis Perlu Diperbaiki

by Zamzami Ali
Juli 14, 2020
in NEWS
Sistem Pengolahan Limbah Medis Perlu Diperbaiki

Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti. [Foto: dpr.go.id]

ASPEK.ID, JAKARTA – Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Dyah Roro Esti mengatakan bahwa, tidak semua negara memiliki teknologi modern untuk mengolah limbah medis yang sudah tercemar selama Covid-19.

Hal ini tentu menjadi peringatan bahwa kapasitas infrastruktur dasar pengelolaan limbah mutlak dibutuhkan, sejalan dengan komitmen pengurangan limbah dalam rangka mewujudkan lingkungan yang sehat.

“Ketika banyak negara memberikan stimulus, anggota parlemen harus mengadvokasi untuk pemenuhan kebutuhan yang mendesak, yaitu memperbaiki sistem pengelolaan limbah,” ucap Dyah Roro saat mengikuti dialog virtual yang diselenggarakan oleh AIPA dan ERIA dengan tema Waste Management in the Context of Covid-19 Pandemic, Senin (13/7).

BacaJuga

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

BI : :Efek MSCI Meluas, Asing Keluar dari Saham

Jusuf Kalla: Saya Justru Bela Jokowi

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Bogor di Sentul International

Warga Tiongkok, Myanmar, Thailand, & Malaysia Terlibat di Pabrik Sabu di Aceh

Faktor BNPB Belum Rekomendasi Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Politisi Fraksi Partai Golkar ini juga mengungkapkan, limbah medis meningkat drastis selama pandemi Covid-19.

Setidaknya, seorang pasien Covid-19 berkontribusi 14,3 kilogran limbah medis setiap hari.

“Situasi ini memang berbahaya jika tidak dikelola dengan baik,” ucap Anggota Komisi VII DPR RI itu.

Ia juga menambahkan, pekerja di sektor informal, seperti pemulung, sangat rentan tertular penyakit dari aktivitasnya sehari-hari.

Di beberapa negara, sektor informal seperti ini adalah tulang punggung pengelolaan sampah plastik, dimana pemulung bisa mengumpulkan satu juta ton sampah plastik per tahun.

Namun, dengan kurangnya pengetahuan akan keamanan dan kesehatan, para pemulung tersebut terancam berbagai penyakit selama pandemi Covid-19.

Untuk itu, pentingnya mengedukasi kepada pekerja baik itu di sektor formal maupun informal tentang sistem pengelolaan pengumpulan limbah.

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menerbitkan Surat edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2020 yang menjadi pedoman penanganan limbah infeksius dan pengelolaan sampah rumah tangga guna mengedukasi masyarakat tentang bagaimana memperlakukan limbah yang baik dan benar.

Selain itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga menerbitkan pedoman pengelolaan limbah rumah sakit rujukan, rumah sakit darurat dan puskesmas yang menangani pasien Covid-19.

“Covid-19 telah menunjukkan bahwa masyarakat kita perlu memperkuat ketahanan terhadap pandemi dan keadaan darurat lainnya,” pungkasnya.

Komentar
Share26Tweet16SendShareShare5Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Belanda Dukung RI Produksi Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan

Limbah Sawit 16 Juta Ton/Tahun, Jadi Sumber Bisnis Baru

Jakarta - Melimpahnya produksi kelapa sawit di Indonesia membuka peluang besar bagi pengembangan industri hilir berbasis limbah. Salah satu potensi...

Daftar Lengkap Call Center Layanan Penjemputan Sampah Infeksius DKI Jakarta

Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta membuka layanan penanganan sampah infeksius bagi penderita COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di...

Gus Muhaimin Minta Usut Temuan Ribuan Limbah Medis di Selat Bali

Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar mendesak aparat kepolisian dan dinas terkait untuk mengusut temuan ribuan limbah bekas alat...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In