• Latest
  • Trending
3 Juta Warga RI Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik 78%

Studi: Asap Karhutla Lebih Beracun daripada Polusi Udara

32 Kloter Penerbangan Garuda Saat Pemulangan Jemaah Haji Delay, Paling Parah 12 Jam

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi

Harga Emas Terancam Turun Lagi Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Harga Emas Antam Menguat Tipis Hari Ini

Ini Instruksi Prabowo kepada Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama

Ini Instruksi Prabowo kepada Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama

Gencatan Senjata Diperpanjang, Trump Ingin Israel-Lebanon Bertemu di AS

Pidato Trump di Sidang PBB Bilang Terima Kasih ke Indonesia

Pengamat Dorong Reshuffle, Golkar: Keputusan Ada di Prabowo

Golkar Setuju Capres Didukung Minimal 2 Fraksi DPR

Raja Salman Kutuk Houthi soal Serangan ke Mekkah

Raja Salman Kutuk Houthi soal Serangan ke Mekkah

Persis Solo Tambah Amunisi Asing

Persis Solo Tambah Amunisi Asing

Dolar AS Makin Kuat Setelah The Fed Naikkan Suku Bunga

Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Rp 17.845 Pagi Ini

RUPST Pertamina Tetapkan Dua Komisaris Baru

Pertamina Lampaui Target Emisi 2026

Prabowo: Indonesia akan Bangkit, Tak Ada yang Bisa Membendung

Pengamat Puji Prabowo Bisa Lunasi Utang BLBI dalam Waktu Dua Tahun

Trump Sebut Kesepakatan AS-Iran Segera Rampung, Selat Hormuz Bakal Dibuka Lagi

Media Ogah Liputan, Gedung Putih Hadirkan Trump TV 24 Jam

Kemendes Siapkan 1,8 Juta Ha Lahan untuk Ketahanan Pangan

Amran: Impor Pangan Ilegal Rugikan 115 Juta Petani

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, September 23, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Studi: Asap Karhutla Lebih Beracun daripada Polusi Udara

by Aspek
September 23, 2026
in BERITA TERBARU, LIFESTYLE
3 Juta Warga RI Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik 78%

Siswa menerobos asap karhutla. Foto: katadata.co.id

ASPEK.ID, AMERIKA – Asap kebakaran hutan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan lebih besar dibandingkan polusi udara lainnya. Kesimpulan itu muncul dari dua studi berskala besar yang dilakukan peneliti dari Icahn School of Medicine at Mount Sinai, Amerika Serikat, yang dipublikasikan di Jurnal The Lancet pada September 2026.

 

Studi pertama menemukan, paparan asap kebakaran hutan berkaitan dengan menurunnya peluang bertahan hidup pasien kanker paru-paru. Studi kedua mengungkapkan paparan jangka panjang polusi kebakaran hutan terkait denga npeningkatan risiko rawat inap akibat berbagai penyakit jantung dan paru-paru.

BacaJuga

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi

Harga Emas Antam Menguat Tipis Hari Ini

Ini Instruksi Prabowo kepada Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama

Pidato Trump di Sidang PBB Bilang Terima Kasih ke Indonesia

Golkar Setuju Capres Didukung Minimal 2 Fraksi DPR

Raja Salman Kutuk Houthi soal Serangan ke Mekkah

 

Kedua studi ini dipimpin oleh peneliti Min Zhang dan penulis senior Yaguang Wei. Menurut Wei, temuan tersebut menunjukkan bahwa dalam menilai dampak polusi udara, bukan hanya jumlah polusi yang penting, tetapi juga sumbernya.

 

“Penelitian kami menunjukkan bahwa polusi partikel yang berkaitan dengan kebakaran hutan lebih berbahaya dibandingkan tingkat polusi dari sumber lain. Seiring meningkatnya aktivitas kebakaran hutan, kebijakan kesehatan masyarakat dan lingkungan harus mempertimbangkan baik jumlah maupun sumber polusi udara,” kata Wei dilansir laman US News, Rabu (23/9/2026).

 

Kedua penelitian berfokus pada PM2.5, yakni partikel polusi udara berdiameter 2,5 mikron atau lebih kecil. Karena ukurannya sangat kecil, PM2.5 dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan bahkan mencapai aliran darah. Partikel ini dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk kendaraan, aktivitas industri, pertanian, serta kebakaran hutan.

 

Untuk studi pertama, para peneliti menganalisis data 414.016 orang dewasa berusia 65 tahun ke atas yang menderita kanker paru-paru. Data tersebut berasal dari basis data SEER-Medicare untuk periode 2006 hingga 2019.

 

Peneliti kemudian menilai paparan PM2.5 yang berasal dari kebakaran hutan dan PM2.5 dari sumber lain berdasarkan lokasi tempat tinggal pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan terhadap kedua jenis PM2.5 berkaitan dengan peningkatan risiko kematian setelah diagnosis kanker paru-paru.

 

Namun ketika dibandingkan pada peningkatan paparan dalam jumlah yang sama, PM2.5 dari kebakaran hutan menunjukkan toksisitas yang lebih besar. Peneliti juga menemukan bahwa semakin banyak hari dengan kondisi berasap dan semakin lama periode paparan asap, semakin buruk hasil kelangsungan hidup pasien.

 

Secara keseluruhan, asap kebakaran hutan hanya menyumbang sekitar 4 persen dari total paparan PM2.5 yang dialami pasien dalam penelitian tersebut. Namun para peneliti mencatat, paparan dari kebakaran hutan berkontribusi terhadap sekitar 17 persen kematian yang berkaitan dengan paparan PM2.5.

 

“Pasien dengan kanker paru-paru sudah rentan secara medis, dan temuan kami menunjukkan bahwa asap kebakaran hutan dapat menempatkan mereka pada risiko yang lebih besar,” kata peneliti Min Zhang disalin dari republika.

 

 

 

Komentar
Share8Tweet5SendShareShare1Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Erick Thohir: 65% Dana Pensiun di BUMN Bermasalah

Erick Thohir:  Polusi Udara Masalah Serius, BUMN Tanam 100 Ribu Pohon

Menteri BUMN  Erick Thohir mengatakan, polusi udara merupakan masalah serius yang perlu mendapat perhatian khusus. BUMN, lanjut Erick, berkomitmen membantu...

Awal Tahun, Penjualan Mobil Turun 2,6 Persen

Sumber Polusi Jabodetabek 44% Kendaraan & 34% PLTU

Menteri LHK  Siti Nurbaya Bakar mengungkap sumber polusi udara di Jabodetabek. Siti menyebut kendaraan menyumbang 44% dan pembangkit listrik tenaga...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In