ASPEK.ID, JAKARTA – Polisi masih menyelidiki penyebab meninggalnya Lula Lahfah (26) yang ditemukan tidak bernyawa di Apartemen Essence, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Hingga kini, kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Fatmawati.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Mohamad Iskandarsyah mengatakan, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban karena proses autopsi tidak dilakukan atas permintaan keluarga.
“Hari Senin baru ada hasil dari visum sementaranya mereka, rekam medis lah jatuhnya karena kan autopsi tidak dilaksanakan,” kata Iskandar dalam keterangannya, Minggu (25/1).
Menurut Iskandar, penentuan penyebab kematian sepenuhnya menjadi kewenangan dokter yang menangani korban di rumah sakit. Pihak kepolisian tidak dapat memastikan apakah kematian korban berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu.
“Kalau dari kita kan nggak bisa mastiin kalau terkait kondisi kesehatan,” ujarnya.
Dari keterangan awal medis, korban disebut mengalami henti napas. Namun, penyebab kondisi tersebut masih menunggu penjelasan resmi dari pihak rumah sakit.
“Nanti dokter yang menjelaskan hasilnya di hari Senin itu dari rumah sakit Fatmawati. Karena kan beredar banyak dokter-dokter lain tuh, tapi kan faktanya kita ke rumah sakit Fatmawati, korban dibawa dan dari sana yang bisa ngasih keterangannya,” ucap Iskandar.
Meski terdapat dugaan korban meninggal akibat sakit, Iskandar menegaskan proses penyelidikan tetap berjalan. Polisi kini tengah menganalisis rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian untuk menyusun kronologi peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
“Iya masih kita analisa cctv terkait timeline kejadiannya. Kita lagi urutin timeline nya,” terang dia.
Selain itu, sejumlah saksi telah dimintai keterangan, di antaranya asisten rumah tangga, sopir pribadi, serta petugas keamanan apartemen.
“Baru itu saja karena mereka yang menginfokan ke kita juga,” kata Iskandar.
Sebelumnya, Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di unit apartemen lantai 25 BN, Apartemen Essence, Jalan Dharmawangsa X, Cipete Utara, Kebayoran Baru, pada Jumat (23/1/2026) sore. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah petugas keamanan menerima laporan sekitar pukul 18.44 WIB.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih menyampaikan, saat ditemukan korban berada dalam posisi terlentang di atas tempat tidur.
“Ditemukan dalam posisi tidur terlentang berselimut dengan menggunakan kaos putih dan celana pendek warna hitam,” ujar Murodih, Sabtu (24/1/2026).
Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, polisi menemukan sejumlah obat-obatan serta surat rawat jalan dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI).
“Namun ditemukan obat obatan sama surat rawat jalan dari RSPI,” ujarnya.
Murodih menambahkan, berdasarkan keterangan saksi, korban diketahui berada seorang diri di dalam kamar dengan kondisi pintu terkunci sejak siang hari. Kecurigaan muncul setelah korban tidak memberikan respons saat dihubungi.
“Setelah masuk beserta pihak Manajemen sekitar 4 orang, ternyata almarhum sudah kondisi terlentang silang dan kondisi mulut terbuka dan berwana kebiruan, dan cek denyut nadi, detak jantung udah tidak berjalan atau bergerak,”* jelasnya.
Dokter pribadi korban tiba di lokasi sekitar pukul 19.23 WIB untuk melakukan pemeriksaan awal. Selanjutnya, jenazah Lula Lahfah dievakuasi ke RS Fatmawati sekitar pukul 21.20 WIB guna keperluan visum. []









