Jalan Tol Balikpapan – Samarinda Seksi 1 & 5 mulai diberlakukan tarif dan berbayar terhitung 8 September 2021 pukul 00.00 WITA. Hal ini telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri PUPR Nomor 1054/KPTS/M/2021.
Jalan Tol Balikpapan – Samarinda Seksi 1 & 5 yang telah diresmikan beberapa waktu lalu dan saat ini sudah beroperasi sepenuhnya sepanjang 97,3 Km. Sebelumnya, setelah resmi dioperasikan tarifnya masih gratis dilintasi pengendara untuk Seksi 1 & 5.
Jalan Tol Balikpapan – Samarinda merupakan tol pertama yang ada di Pulau Kalimantan dan teridiri dari 5 Seksi, Untuk Seksi 1 & 5 ruas Balikpapan – Samboja memiliki panjang 32,40 Km dan merupakan dukungan Pemerintah.
Kemudian Seksi 2,3, dan 4 ruas Samboja – Samarinda sepanjang 64,87 Km porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT. Jasa Marga Balikpapan-Samarinda yang sudah beroperasi sejak Desember 2019 lalu.
Dengan beroperasinya seluruh ruas Jalan Tol Balikpapan – Samarinda diharapkan semakin memperlancar konektivitas dan menurunkan biaya logistik. Kemudian produk ekspor menjadi daya saing yang tinggi, dan menjadikan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur juga semakin efisien dan kompetitif.
Pastikan saldo kartu uang elektronik (e-Money) terisi cukup sesuai tujuan berkendara. Utamakan keselamatan bukan kecepatan.
Ini tarif terbaru Jalan Tol Balikpapan – Samarinda Seksi 1 & 5

Membentang sepanjang 99,35 Km Jalan Tol Balikpapan-Samarinda merupakan jalan tol pertama di Pulau Kalimantan. Progres konstruksi pada jalan tol ini telah mencapai 85,73% (Status 1 Februari 2019).
Jalan tol Balikpapan-Samarinda sendiri terdiri atas lima seksi, yaitu Seksi I Balikpapan-Samboja sepanjang 22,03 Km yang saat ini dalam tahap konstruksi dengan progres sebesar 96,82% ditargetkan akan beroperasi pada April 2019, Seksi II Samboja-Muara Jawa dengan panjang 30,98 Km dengan progres konstruksi sebesar 83,73% yang ditargetkan beroperasi pada Maret 2019.
Lalu Seksi III Muara Jawa-Palaran sepanjang 17,50 Km dengan progres konstruksi sebesar 97,21 % dan ditargetkan akan beroperasi pada Maret 2019, Seksi IV Palaran-Samarinda dengan panjang 17,95 Km dengan progres konstruksi sebesar 75,33% ditargetkan beroperasi pada Juli 2019, Seksi V Balikpapan-Bandara Sepinggan sepanjang 11,09 dengan progres konstruksi saat ini mencapai 68% dan akan ditargetkan beroperasi pada Agustus 2019.
Jalan tol dengan nilai investasi sebesar 9,9 Triliun yang menghubungkan Kota Balikpapan dengan Kota Samarinda dirancang akan menjadi cikal bakal Jalan Tol Trans Kalimantan.
Jalan tol ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mengurangi biaya logistik antar kedua wilayah. Pada akhirnya, pemangkasan biaya logistik akan berimplikasi pada efisiensi produksi sektor-sektor di kawasan Kalimantan.
Sebagai jalan tol pertama di Pulau Kalimantan, Tol Balikpapan-Samarinda ini diharapkan mampu mendorong pengembangan kawasan-kawasan industri yang bergerak di sektor kelapa sawit, batubara, migas, dan pertanian.
Kehadiran Jalan Tol Balikpapan-Samarinda dapat memangkas waktu tempuh yang saat ini perjalanan yang dari Kota Balikpapan menuju Samarinda menghabiskan waktu hingga 3 jam, dengan kehadiran tol ini menjadi lebih singkat hanya 1 jam.
Sebagai informasi Jalan Tol Balikpapan-Samarinda pada Seksi I mendapat dukungan APBD dan untuk seksi V mendapat dukungan APBN dan Loan China. Jalan Tol ini dikelola oleh PT. Jasamarga Balikpapan Samarinda yang merupakan anak perusahaan PT. Jasa Marga (Persero) Tbk. Tandatangan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol pada 9 Juni 2016 dengan masa konsesi 40 Tahun sejak SPMK. Jalan tol ini memiliki kecepatan rencana 80km/jam dengan lajur awal 2×2 dan lajur akhir 2×3.
























