ASPEK.ID, JAKARTA – Sudah lebih dari lima hari, lebih dari 230 kapal menanti untuk memasuki Terusan Suez akibat insiden yang dialami oleh Evergreen.
Kapal-kapal mega besar itu menunggu kepastian kapan kapal maha raksasa asal Jepang yang melintang di Terusan Suez itu bisa diluruskan kembali melayari kanal sepanjang 200 km dalam waktu 7 jam.
Sebelum kanal ini dikeruk, kapal-kapal di zaman dulu harus mengelilingi benua Afrika yang ke Asia atau Eropa atau sebaliknya.
Awal kecelakaan ini terjadi ketika kapal kargo raksasa Evergreen dihajar badai angin sehingga kapal berbobot 224.000 ton terjepit ke tepi pada Selasa (23/3).
Badai pasir yang muncul tiba-tiba menyebabkan kapal itu terpelintir ke bagian kanal yang hanya terdiri dari satu jalur pelayaran hanya 6 kilometer dari mulut kanal sehingga memblokir arus dua arah lalu lintas kapal di sepanjang 35 kilometer kanal terkenal tersebut.
Media di Mesir menyebutkan, kecepatan angin ketika badai itu mencapai 39 Km/jam. Nakhoda kapal tidak bisa melihat ke sekelilingnya. Pagi itu terjadi badai yang dahsyat.
Kapal modern yang selesai dibangun pada 2018 di Jepang tidak terlihat jelas melihat langit padahal seharusnya jam 6.30 pagi sudah terang.
Sialnya, kapal seluas empat lapangan sepak bola itu terjepit diagonal di kanal. Posisi itu menghalangi jalan dari kedua arah yang ke Eropa dan ke Asia.
Tersumbatnya terusan ini sudah terasa dalam hitungan beberapa hari seperti naiknya harga minyak mentah. Dampak lainnya yakni komoditas-komoditas kopi, furniture, tisu toilet dan lain-lain akan terlambat diterima di Eropa.
“Ini akan mempengaruhi apa pun yang Anda lihat di toko,” ungkap pakar pengiriman peti kemas independen Lars Jensen, dilansir dari NBC News Sabtu (27/3/2021).
Sekadar catatan, sekitar 12% perdagangan global dilewati melalui terusan ini yang menghubungkan Eropa dan Asia. Macet total penghubung antar Asia dan Eropa akan menambah tekanan terhadap pasokan yang sebelumnya telah terhambat oleh pandemi Covid-19.
Para ahli menjelaskan akibat Terusan Suez terblokir menelan kerugian US$400 juta (Rp5,76 triliun) per jam dan per kapal. Beberapa kapal akan mengambil rute alternatif di sekitar Afrika dan akan memakan waktu perjalanan yang jauh lebih lama sekitar 14 hari.
Hampir semua kapal pengangkut kontainer melewati Terusan Suez dan hampir 19.000 kapal transit di Terusan Suez pada 2020. Sekarang paling tidak ada 10 kapal tanker minyak dengan 13 juta barel minyak mentah terjebak di Terusan Suez.
Pemilik Evergreen, Yukito Higaki dari Jepang menyatakan segera menarik kapal sepanjang 400 meter dan lebar 59 meter. Dia menargetkan kapal itu bisa berlayar kembali pada, Sabtu (27/3/2021).
Higaki menyatakan kapal terjepit ke dua sisi kanal bukan karena kerusakan mesin. Tim penarik kapal bekerja 24 jam mengeruk lumpur dan pasir yang menganjal kapal.
“Fokusnya sekarang pada pengerukan untuk menghilangkan pasir dan lumpur dari sekitar sisi kiri haluan kapal,” kata perusahaan itu.
Kapal kargo Ever Given termasuk kapal kargo terbesar di dunia. Kapal milik Evergreen Marine Corp – perusahaan pelayaran berbasis di Taiwan – yang berlayar dari China ke Belanda itu memiliki panjang setinggi Gedung Empire State di New York, AS.
























