ASPEK.ID, JAKARTA – Kapal kargo X-Press Pearl yang terdaftar di Singapura telah terbakar selama dua minggu di dekat pelabuhan Kolombo, Sri Lanka. Sebagian lambung kapal kini telah menetap di dasar laut.
Para ahli khawatir ratusan ton minyak di tangki kapal dapat menghancurkan kehidupan laut dan pantai di dekatnya. Dispersan minyak, boom dan skimmer sedang disiapkan, kata mereka.
X-Press Pearl membawa 25 ton asam nitrat, bersama dengan bahan kimia dan kosmetik lainnya, ketika terbakar pada 20 Mei. Banyak dari 1.486 kontainer kapal jatuh ke laut sebelum kobaran api besar dipadamkan awal pekan ini.
Daerah yang paling parah terkena dampak termasuk beberapa pantai paling murni di negara ini yang dekat dengan kota Negombo. Para ahli mengatakan bahwa pelet yang masih berada di laut dapat menyebar hingga ke India, Indonesia, dan Somalia.
Tim penyelamat telah mencoba untuk menarik bangkai kapal yang terbakar lebih jauh dari garis pantai. Tetapi pada hari Kamis, operator kapal yang berbasis di Singapura, X-Press Feeders, mengatakan bagian belakang kapal berada di dasar laut pada kedalaman sekitar 21m (69 kaki) dan bagian depan “menetap perlahan”.
Kapal dan pesawat Angkatan Laut telah memantau bangkai kapal untuk mencari tanda-tanda tumpahan minyak meskipun cuaca buruk menghambat operasi.
Pemerintah telah melarang penangkapan ikan di sepanjang garis pantai sejauh 80 km, sehingga mengakibatkan 5.600 kapal nelayan terdampak. Ratusan anggota militer juga telah dikerahkan untuk membersihkan pantai.
























