Dilansir dari www.suezcanal.gov.eg, biaya melewati Terusan Suez terbagi dalam 13 kategori. Kategori tersebut antara lain tanker minyak mentah, tanker minyak bumi, kargo kering, dan lain-lain. Tarif juga mempertimbangkan jenis kargo, panjang kapal, serta berat tonase kapal.
Kapal-kapal yang lewat juga dikenai berbagai macam biaya jasa, seperti jasa kapal pandu, jasa pelabuhan, hingga biaya sampah. Sebuah kapal bisa dikenai biaya miliaran rupiah sekali lewat. Sebagai gambaran, kapal dengan tonase 33.000 ton harus membayar USD300 ribu hingga USD400 ribu atau sekitar Rp4-5 miliar.
Terusan yang dikelola badan otoritas milik negara Mesir – Suez Canal Authority (SCA) merupakan jalur pelayaran untuk mengirim bahan bakar minyak dari barat ke timur. Dalam sehari rata-rata SCA memperoleh USD15 juta atau sekitar Rp210 miliar dari kapal-kapal yang lewat Terusan Suez. Pada 2020, SCA meraup pendapatan USD5,61 miliar atau sekitar Rp80 triliun dari 18.829 kapal dengan total tonase 1,17 miliar ton yang melintasi terusan tersebut.
Terusan Suez memiliki nilai amat strategis sebagai jalur perdagangan, antara lain sebagai jalur angkutan minyak mentah dari Timur Tengah ke Eropa dan AS. Diresmikan pada tahun 1869, Terusan Suez merupakan salah satu rute pelayaran paling penting di dunia. Terusan sepanjang 163 km yang menghubungkan Laut Tengah dan Laut Merah ini menghemat jarak tempuh kapal ribuan kilometer dari Eropa ke Asia tanpa harus mengelilingi Afrika.






















