ASPEK.ID, JAKARTA – Jumlah peserta Program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bertambah menjadi tiga orang. Korban terbaru adalah Novia Rahmadhani Sihotang, peserta yang dipersiapkan menjadi calon pengelola Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemhan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait membenarkan kabar tersebut. Novia diketahui mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Pusbahasa Kodiklatau Jakarta.
“Benar, Kementerian Pertahanan telah menerima laporan mengenai meninggalnya salah satu peserta Program SPPI KNMP Tahun 2026 atas nama Novia Rahmadhani Sihotang yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Kemhan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhumah,” kata Rico, dikutip dari Antara, Kamis (25/6).
Rico menjelaskan Novia sempat mengalami gangguan kesehatan saat menjalani pendidikan latsarmil pada Senin (22/6). Peserta tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Udara Dr Esnawan Antariksa untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia pada Selasa (23/6).
“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi kesehatan yang dialami berkaitan dengan penyakit Tuberkulosis (TB),” kata Rico.
Menurut Rico, seluruh peserta program sebelumnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan guna memastikan kesiapan fisik sebelum mengikuti pendidikan. Selain itu, peserta yang mengalami gangguan kesehatan selama pelatihan juga disebut telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur.
Meski demikian, Kemhan memastikan akan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan latsarmil, khususnya terkait pengawasan kesehatan peserta.
“Saat ini Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara pendidikan terus melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan kesehatan peserta guna memastikan keselamatan dan kesehatan peserta tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program,” jelas Rico.
Sebelum Novia, dua peserta SPPI lainnya juga meninggal dunia saat mengikuti latsarmil. Mereka adalah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.
Rico mengatakan Anisa meninggal dunia akibat heat stroke saat mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan.
Sementara itu, Yonanda meninggal dunia setelah mengalami penurunan kondisi fisik saat mengikuti pendidikan di Satdik Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad Baturaja pada 17 Juni 2026. Ia sempat dirujuk ke rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
“Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat ‘cardiac arrest’ atau henti jantung,” katanya. []
























