ASPEK.ID, JAKARTA – Direktur Utama PT Putra Cakra Rejeki Siti Aisyah menyatakan, perusahaannya sebagai perwakilan resmi Sputnik V di Indonesia tengah koordinasi dengan pemerintah melalui instansi terkait.
Pihaknya berdiskusi termasuk dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, untuk menentukan partner industri farmasi yang paling memenuhi persyaratan untuk meregistrasikan Sputnik V di Indonesia.
Sputnik V masuk dalam daftar vaksin mandiri di Indonesia. PT Putra Cakra Rejekic mengaku akan memfasilitasi kepentingan berbagai pihak yakni pemerintah Indonesia, Aurugulf di UAE selaku pemegang hak exclusive pemasaran dan distribusi di Indonesia.
Kemudian juga Russian Direct Investment Fund (RDIF) di Rusia selaku sponsor penelitian vaksin Sputnik dan saat ini sebagai pemegang hak exclusive International.
“Menjadi komitmen kami membantu dan mensupport Vaksin Sputnik V untuk memasuki Indonesia,” kata Siti, Rabu (3/3/2021).
Sputnik V diklaim tak mengandung virus hidup (yang dilemahkan) sebagaimana umumnya pengembangan vaksin tapi mengandung human adenovirus based vectors Covid-19 yang tidak dapat berkembang biak di tubuh manusia.
























