• Latest
  • Trending
Makan Mi  Instan Maksimal  2 Kali Sepekan

WNI Nomor 2 Terbanyak di Dunia Makan Mi

Gerindra Tetapkan 6 Cagub dari Aceh ke Maluku

Survei: Elektabilitas Gerindra Teratas, PSI 4 Persen

Kartika Wirjoatmodjo Jadi Komut Mandiri, Chatib Basri Wakomut

Intip Laba Bank Himbara Tertinggi Hingga Agustus 2026

Jokowi Beri Sinyal Duetkan Prabowo dan Erick Thohir

Jokowi Nonton Langsung Final Indonesia Vs Thailand Malam Ini

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Periksa Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai

IRT Pinjam Rp5 Juta Bayar Rp200 Juta

Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp 106,9 T, Kredit Macet 4,73%

Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026, Tumbang Tipis dari Bulgaria

Head to Head Indonesia Vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jadi Wamentan, Saleh Mustafa Ajukan Mundur dari Wakasad

Jadi Wamentan, Saleh Mustafa Ajukan Mundur dari Wakasad

Kawasan  Candi Borobudur Jadi Percontohan BLK Komunitas

Stupa Candi Borobudur Masih Dipugar

Kereta Api Ganti Logo dan Visi

Ketua Serikat Pekerja Jadi Komisaris KAI

The Atjeh Connection Buka Cabang ke-10 di Serpong, Perluas Diplomasi Budaya Aceh dari Indonesia ke Dunia

The Atjeh Connection Buka Cabang ke-10 di Serpong, Perluas Diplomasi Budaya Aceh dari Indonesia ke Dunia

Gibran Di-bully di Medsos,  Jangan Apatis

MDIS Tegaskan Gibran Mahasiswa Penuh Waktu, Tempuh Pendidikan hingga S1

Pertamina Lepas 120 Pengendara dari Jakarta ke Pertamina Mandalika International Circuit

Pertamina Lepas 120 Pengendara dari Jakarta ke Pertamina Mandalika International Circuit

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

WNI Nomor 2 Terbanyak di Dunia Makan Mi

by Aspek
Januari 25, 2024
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, LIFESTYLE, NEWS
Makan Mi  Instan Maksimal  2 Kali Sepekan

Data World Instant Noodles Association (WINA) pada 2022 mencatat Indonesia di posisi kedua sebagai negara dengan konsumsi mi instan terbanyak di dunia setelah China. Konsumsi mi instan di Indonesia pada 2022 mencapai 14,26 juta porsi meningkat dari konsumsi 2021 sebanyak 13,27 juta porsi.

Adapun negara pertama dengan konsumsi mi instan terbanyak yakni China dengan angka konsumsi mencapai 45,07 juta porsi pada 2022. Adapun data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor gandum dan meslin pada 2023 hingga November mencapai 9,47 juta ton. Jumlah impor tersebut naik sekitar 74.974 ton dari total impor pada 2022 sebanyak 9,40 juta ton.

BacaJuga

Survei: Elektabilitas Gerindra Teratas, PSI 4 Persen

Intip Laba Bank Himbara Tertinggi Hingga Agustus 2026

Jokowi Nonton Langsung Final Indonesia Vs Thailand Malam Ini

KPK Periksa Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai

Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp 106,9 T, Kredit Macet 4,73%

Head to Head Indonesia Vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Meskipun volume impor gandum dan meslin naik, tetapi nilai impor pada 2023 mengalami penurunan menjadi US$3,34 miliar atau sekitar Rp52,5 triliun. Sementara nilai impor gandum dan meslin pada 2022 sebesar US$3,79 miliar atau sekitar Rp59,6 triliun. Penurunan nilai impor terjadi lantaran adanya perubahan harga gandum di pasar global.

Guru Besar IPB University sekaligus Ketua Umum Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI), Dwi Andreas Santosa membeberkan, aturan bebas tarif telah memudahkan masuknya gandum impor ke Indonesia. Menurutnya, selama ini gandum dan kedelai masuk dalam komoditas pangan yang importasinya tidak dibatasi.

“Persoalannya bukan seberapa besar impornya, gandum dan kedelai itu dimasukkan dalam unregulated commodities. Tarif impornya 0%,” ujar Andreas saat dihubungi, Rabu (24/1/2024).

Selain soal tarif impor yang longgar, Andreas menyebut kualitas dan harga menjadi alasan makanan berbasis gandum mulai menjadi pilihan yang kompetitif dibandingkan pangan pokok lokal lainnya. Dia menyebut, harga gandum yang diimpor pada 2020-2021 berada di kisaran Rp8.800-Rp9.500 per kilogram.

Sedangkan beras harganya lebih tinggi di atas Rp10.000 per kilogram. Gandum menjadi salah satu bahan pokok yang memiliki kualitas dan gizi yang lebih baik, namun harganya justru lebih rendah dibandingkan beras atau pangan pokok alternatif lainnya.

“Lalu kita mau bicara diversifikasi pangan? Mocaf Rp15.000 [per kilogram], sagu Rp30.000 [per kilogram], apalagi kemarin itu porang lebih mahal. Sederhana, pasar hanya mengenal harga dan kualitas,” tuturnya.

Merespons hal tersebut, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi menyebut adanya gandum sebagai alternatif bahan pokok masyarakat menandakan kedaulatan pangan. Diversifikasi pangan dianggap penting.

“Kedaulatan pangan itu kita boleh menentukan makanan kita sendiri. Jadi boleh makan apa aja, makan singkong, keju dan lainnya itu daulat. Karena itu, diversifikasi pangan jadi penting,” kata Arief saat dihubungi.

Adapun ihwal importasi gandum yang melonjak, Arief pun punya pandangan sendiri. Menurutnya, impor dan ekspor pangan menjadi suatu aktivitas yang wajar dalam perdagangan antar negara.

“Kalau kita semua sepakat enggak mau makan makanan impor, stop saja impornya kan gitu. Kalau menekan [impor] ya namanya trading itu kan mengeskpor yang kita punya, dan mengimpor yang dia punya. Manusia itu diciptakan untuk bekerja sama,” jelasnya dikutip dari bisnis indoesia.

Dia pun mengaku telah berupaya untuk mendorong konsumsi pangan lokal di masyarakat. Sejumlah program, kata Arief, telah dilakukan Bapanas seperti kampanye pangan lokal, edukasi gizi berimbang dan lainnya. Dia menambahkan, urusan impor gandum bukan menjadi ranah kebijakannya. Sebab, rekomendasi impor datang dari kementerian teknis seperti Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan.

“Kita sudah campign [pangan lokal] ke seluruh Indonesia. Badan pangan gak ngurusin impor gandum lah,” imbuhnya.

Komentar
Share24Tweet15SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Singapore Airlines Dilarang Masuk Hongkong

10 Maskapai dengan Layanan Wi-Fi Terbaik Dunia

ASPEK.ID, JAKARTA -Beberapa maskapai peneebangan dunia mendapat predikati sebagai “World's Best Onboard Wi-Fi” dalam World Airline Awards 2026 yang diselenggarakan...

Pesawat Turkish Airlines Terbakar saat Mendarat di Nepal

20 Maskapai Terbaik Dunia 2026

  ASPEK. ID,  LONDON - Singapore Airlines dinobatkan sebagai maskapai terbaik dunia 2026 dalam ajang Skytrax World Airline Awards. Penghargaan...

Hari Kucing Sedunia, Bahaya Obesitas pada Anabul

10 Ras Kucing Termahal di Dunia: Hingga Ratusan Juta

  ASPEK.ID JAKARTA - Melansir ulasan resmi dari Cats.com, Minggu (30/8/2026), berikut adalah 10 ras kucing termahal di dunia. 1....

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In